Beranda Mataram Penelepon di Call Center Banyak Iseng

Penelepon di Call Center Banyak Iseng

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA TAK SEMUA VALID: Operator di Call Center 112 masih kerap menerima telepon dari orang iseng atau sekadar coba-coba.

RIRIN/RADAR MANDALIKA
TAK SEMUA VALID: Operator di Call Center 112 masih kerap menerima telepon dari orang iseng atau sekadar coba-coba.

 

MATARAM—Sepanjang tahun 2017, dari ribuan telepon yang masuk ke layanan nomor tunggal panggilan darurat call center 112 setiap harinya, bisa dihitung jari pengaduan yang ril dan valid. Sisanya hanya iseng. ”Dari 500 sampai 1000 telepon yang masuk per hari, paling hanya lima atau enam yang valid. Lainnya ada yang iseng atau coba-coba,” kata Kepala Seksi (Kasi) Layanan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram, L Fathurrahman, kemarin.
Data tahun 2017, hanya 43 pengaduan yang diterima ril dan valid, kemudian langsung ditanggapi. Persoalan yang diadukan dominan seputar kecelakaan lalu lintas (Lakalantas), kebakaran, serta pohon tumbang.
Bahkan tak jarang, penelepon ke call center 112 Kota Mataram justru berasal dari luar wilayah Mataram. “Ini membingungkan juga, kok bisa dari daerah lain bisa masuk. Sementara yang dari Mataram gak bisa masuk,” ujarnya.
Terhadap pengaduan dari luar Mataram, diakuinya, tidak bisa ditindaklanjuti. Seharusnya diterima di call center daerah masing-masing.
Ditambahkannya, keberadaan perangkat call center 112 belum sepenuhnya menjadi milik Pemkot Mataram. Melainkan berstatus milik Kementerian Kominfo. “Kita sifatnya masih sewa, belum diserahkan sepenuhnya ke kota,” kata dia.
Muncul kesan jika call center 112 belum banyak diketahui masyarakat. Fathurrahman tak menampiknya. Namun, langkah sosialisasi tetap dilakukan seperti melalui brosur. Dari sisi anggaran, belum berani didanai penuh karena masih ditanggung kementrian. Termasuk untuk gaji tiga supervisor, dan 12 polteker atau tenaga operator yang menerima telepon. “Sesuai kontrak, paling cepat call center 112 ini diserahkan tahun 2019. Makanya kita mau konfirmasi lagi ke kementrian apakah bisa diserahkan sebelum 2019,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kominfo Kota Mataram, HL Junaidi juga mendesak pemerintah pusat segera menyerahkan call center 112 ke daerah. Sehingga segala gangguan yang muncul bisa segera diatasi di daerah. “Kita bisa berharap bisa secepatnya diserahkan.
Segala peralatan di call center juga masih berstatus milik kementerian. Ketika nanti diserahkan ke pemkot, segala pembiayaan harus disiapkan untuk operasional call center 112.(rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here