Beranda Politik Pansel Jamin Hasil Obyektif

Pansel Jamin Hasil Obyektif

BERBAGI
KPID

MATARAM – Hasil seleksi Komisioner Penyiaran Indoensia (KPI) Daerah NTB, dijamin obyektif tanpa tekanan dari pihak manapun. Panitia seleksi (Pansel) mengklaim sudah mensiasati proses seleksi sedemikian ketat, sehingga mempersempit ruang-ruang kecurangan.
Ketua Pansel KPID, Moh Rais Isak mengatakan, sebagai manusia tentu punya pertimbangan naluri. Akan tetapi pihaknya memastikan, para pansel bersih dari dugaan dan sangkaan terkait dengan kecurangan. Apalagi main titip karena sogokan dan sebagainya.
Politisi Demokrat itu memaparkan, selama ini pihak panseli telaha bekerja secara maraton dengan tujuan tidak ada ruang jeda. Pada proses pelaksanaannya, semua pansel berkomitemen yang sama. “Kami jamin hasil kerja Pansel obyektif,” ujarnya di Mataram, kemarin.
Meski telah usai melaksanakan fit and propertes, diharapkan masyarakat luas tetap bisa memantau langsung hasil tersebut. Pada pelaksanaan fit and propertes itu, pansel juga didampingi tim ahli dari unsur akademisi, pers dan tim psikolog Polda NTB.
Pihaknya berjanji akan segera mengumumkan siapa saja dari 14 orang itu akan menduduki kursi KPID. “Ini hari terakhir sejak Senin (12/3) kemarin. Segera dalam waktu tidak terlalu lama akan diumumkan hasilnya,” ujarnya.
Rais berharap bisa menjaring komisioner yang benar-benar memahami tupoksi KPID, yang memiliki tugas khusus pengawasan penyiaran. Menurutnya, tugas KPID kedepan akan semakin berat, seiring dengan fenomena munculnya informasi hoax yang semakin dahsyat. Oleh karena itu, KPID harus diisi oleh orang-orang yang punya kualitas mumpuni. “Sekarang ini, informasi dengan konten kurang bagus, dan hoax telah meresahkan masyarakat,” kata dia.
Di satu sisi, lembaga penyiaran diharapkan bisa memberikan informasi yang konstruktif dan edukatif. Tugas KPID adalah memastikan bahwa informasi yang disebarkan ke masyarakat itu harus konstruktif dan edukatif.
“Makanya kami di pansel aktif, sehingga bisa menjaring sosok komisioner yang berkompetensi, kapabilitas dan kemampuan menangani persoalan KPID serta mampu mengawasi lembaga penyiaran. Kami akan melakukan penajaman subtansi, kompetensi, pengalaman kerja, visi misi, dan apa kiat inovasi yang akan dilakukan,” sambungnya.
Sebelumnya, Sekretaris Pansel, Lalu Wirejaya menegaskan hal yang sama. Dalam bekerja, pansel mengedepankan profesionalitas dan obyektif. Sehingga komisioner yang terpilih mampu membawa dunia penyiaran NTB ke arah yang lebih baik. “Insya Allah kami profesional dan obyektif,” janji Wire belum lama ini.
Diketahui, para calon komisioner KPID NTB satu persatu secara bergiliran mendapatkan berbagai pertanyaan-pertanyaan tajam, seputar isu-isu penyiaran dari tim seleksi Komisi I. Selama tiga hari, uji kepatutan dan kelayakan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Seleksi, Moh. Rais Ishak, Wakil Ketua, H. Makmun, Sekretaris, Lalu Wirajaya, dan seluruh anggota komisi I.
Dalam pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan, tim seleksi dibantu tiga tim ahli, untuk memberikan penilaian terhadap jawaban-jawaban yang disampaikan para calon komisioner KPID NTB. Para tim ahli tersebut adalah, Penanggungjawab Harian Suara NTB, H. Agus Talino, akademisi Fakultas Hukum Unram, Galang Asmara dan ahli psikologi, Kompol I Nyoman Wibawa.
Adapun nama-nama 14 calon komisioner KPID yang diuji oleh Komisi I yakni Agus Zaironi SE, Andayani SE, Arwan Syahroni, Fathul Rakhman, Fathul Rijal, Husna Fatayati, L Nurul Bayanil Huda, L. Okto Muhar Sabdi, Ni Wayan Yudiastini Astuti, Rifki Anwar, Rifyal Hadi Yuda, Sahdan, Yudi Kusninggrat, dan Yusron Saudi (cr-jho/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here