Beranda Politik DPR Turun Atasi Pengiriman TKI Illegal

DPR Turun Atasi Pengiriman TKI Illegal

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA SOSIALIASI: DPR RI dan dinas terkait saat memberikan arahan kepada sejumlah mahasiswa di gedung Balai Karya Praya Loteng, kemarin.

PRAYA— Anggota DPR RI Komisi sembilan, Hj Hermalina menyikapi serius persoalan yang menimpa para TKI/TKW di NTB pada umumnya, dan Lombok Tengah khususnya.

Hermalina mengatakan, banyaknya warga yang menggunakan jalur illegal untuk berangkat menjadi TKI belakangan ini bukan hanya  menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Akan tetapi membutuhkan perna kerja sama berbagai pihak, termasuk dari kalangan mahasiswa.

“Mahasiswa juga punya andil yang besar untuk bagaimana memberikan kontribusi nyata dalam membangun bangsa,” kata politisi PPP Dapil NTB tersebut, kemarin.

Disampaikanya, pemerintah memang sudah berupaya semaksimal mungkin untuk bagaimana menekan terjadinya pengiriman tenaga kerja secara ilegal. Namun, hal itu dirasa masih sangat kurang jika tidak ada keterlibatan dari mahasiswa.

“Apalagi mahasiswa memiliki cara sendiri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” jelasnya.

Lebih- lebih yang paling ngetrend saat ini, pengiriman tenaga kerja menuju Timur Tengah masih saja ditemukan para tenaga kerja yang berangkat. Sehingga pemerintah bila menemukan terpaksa harus memulangkan kembali ke kampung halamanya.

“Berbagai alasan dan modus mereka gunakan  mengirim ke timur tengah,” jelasnya.

Hermalina kembali menegaskan agar warga jika ingin menjadi TKI agar menggunakan jalur yang resmi.  Sebab, dengan jalur resmi para tenaga kerja itu akan terjamin mulai dari belum menjadi TKI hingga pulangnya menjadi TKI itu sendiri.

“Bahkan kalau secara resmi, keluarganya juga dijamin oleh undang- undang,” bebernya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Loteng, H Masrun yang hadir menjelaskan, pihaknya membutuhkan peran mahasiswa untuk terlibat dalam membantu pemerintah untuk mensosialisasikan bagaimana menjadi TKI yang baik dan benar. Terlebih mahasiswa memiliki banyak jaringan di tengah masyarakat.

“Mahasiswa diharapkan untuk menginformasikan dan menjadi media kepada masyarakat,” harap Masrun. (jay/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here