Beranda Politik Data Pemilih Berkurang Hingga 60 Ribu

Data Pemilih Berkurang Hingga 60 Ribu

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA REKAP: Tampak para PPK bekerja keras menyelesaikan rekapitulasi DPHP di kantor KPU, kemarin.

LOTIM –Sebanyak 929 ribu data daftar pemilih diturunkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur, untuk dilakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit). Rekapitulasi hasil coklit di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan panitia Pemilihan kecamatan (PPK) sudah selesai. Setelah dilakukan rekapitulasi di tingkat kabupaten, hasilnya justru menyusut hingga 60 ribu, dari jumlah yang diturunkan KPU.

Ketua KPU Lotim Muh Saleh, di kantornya kemarin menjelaskan, berbagai faktor menjadi penyebab tingginya data pemilih dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), dari jumlah yang diturunkan KPU. Semisal adanya potensi tidak mempunyai identitas sama sekali, seperti tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan nomor Kartu Kependudukan (KK), tidak pernah melakukan perekaman, meninggal dunia, tidak ditemui di tempat saat pencoklitan.

Disamping itu juga faktor lainnya, sambung Saleh, lantaran pindah domisili, TNI dan Polri. Malah anehnya, ada masyarakat memiliki nomor KK, tetapi tidak memiliki NIK. Ia mengaku kaget, bagaimana proses masyarakat tersebut memperoleh nomor KK tetapi tidak memiliki NIK, setelah dicek teliti KPU.

“Masalah-masalah itu, kita diamanahkan undang-undang untuk berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), guna menentukan status dan langkahnya seperti apa nanti,” kata Saleh.

“Kami berharap, Dukcapil mau mendata dan merekam mereka yang belum punya NIK dan KK itu, agar bisa menyalurkan hak pilihnya,” tambah Saleh.

Selain beberapa persoalan tersebut, ditemukan juga NIK ganda dengan nama orang yang berbeda. Malah terdapat satu kecamatan, angka NIK ganda tersebut, hingga 1000 lebih. Masalah NIK ganda itu, akan diselesaikannya dengan Dukcapil, siapa pemilik dari NIK ganda tersebut.

“Kita selesaikan bersama Dukcapil nanti, karena KPU tidak punya kewenangan menghapus salah satunya,” tegas Saleh.

Saat ini ungkap Saleh lebih jauh, KPU sedang melakukan rekap Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP), rekap penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan penetapan DPS. Tersisa waktu 7 hari sampai tanggal 16 Maret mendatang, akan dimanfaatkan untuk sekaligus penetapan DPS.

“Untuk pemilih pemula, angkanya mencapai 10 persen atau sekitar 88 ribu pemilih. Jumlah ini, sesuai dengan yang kita prediksi sebelumnya,” tutup Saleh.(fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here