Beranda Pendidikan Cerita Si Good Student

Cerita Si Good Student

BERBAGI
L Mahesa Azmi

 

PERKENALKAN, namaku Lalu Mahesa Azmi. Teman-teman biasa memanggilku dengan nama Vee. Aku juga punya nama lain yakni Kim Gu. Bahkan, aku juga dijuluki si good student.

Aku adalah kebanggaan orang tua. Meskipun memilik banyak saudara, namun tidak ada yang berhasil mengubah nasib keluarga yang sangat sederhana ini. Menjelang kelulusan MTs, aku bingung harus melanjutkan sekolah kemana. Melihat kondisi ekonomi keluarga yang dibilang tidak mencukupi. Aku pernah menempuh pendidikan di MTs Model Praya yang sekarang diganti nama menjadi MTs 1 Loteng. Semasa MTs, aku tergolong anak yang sangat pendiam dan dijauhi banyak teman. Kenapa begitu? Entah aku tak tahu penyebabnya.

Setelah kelulusan sekolah diumumkan, Alhamdulillah saya lulus. Setelah itu, saya ingat kalau ada sekolah yang 100 persen gratis yaitu SMK Anak Bangsa. Niat saya makin kuat untuk bersekolah di sana, mengingat ini adalah kesempatan besar buat saya. Kata ibu saya, di sana ada pertukaran pelajar ke luar negeri. Kalau kamu berprestasi, kamu bisa dapat bidik misi dan kuliah gratis. Hal itu itulah yang membuat saya semangat untuk bersekolah.

 

Ketika saya mendengar kabar bahwa SMK Anak Bangsa telah membuka pendaftaran, saya diantar ayah untuk mendaftar. Sesampainya di sana, saya melihat keadaan sekolah yang sangat bersih dan indah. Ditambah warna khas pink dan abu-abu, suasana sekolah terlihat nyaman.

Saya makin terkesan karena para gurunya sangat ramah, membantu saya mengisi formulir. Saya memutuskan mengambil jurusan wisata, karena Pulau Lombok terkenal dengan wisatanya. Apalagi cita-cita saya ingin menjadi guide.

Setelah saya diterima, di hari pertama masa orientasi siswa (MOS), saya masih malu-malu. Tapi, saya ingat pesan kakak agar jangan pernah malu dan pendiam seperti semasa MTs dulu. Jika kamu malu dan pendiam maka gak akan ada yang mengenalmu.

Mendengar kata-kata kakak, saya pun mulai berani berbicara. Meski bawaannya saya ingin melawak dan membuat semuanya ketawa. Saat itulah saya menjadi orang yang humoris, tapi pada saat tertentu tetap bisa serius.

Masa-masa MOS sangat berkesan bagi saya. Kami disambut band, dan teater yang langsung berinteraksi dengan siswa. Teater menceritakan tentang siswa yang merokok, dan kesusahan orang tua. Pentas teater itu membuat kami merenungi kesalahan-kesalahan kami.

Setelah kegiatan belajar dimulai, saya adalah murid yang aktif dan sedikit humoris. Pada saat pembagian raport semester 1, Alhamdulillah saya menjadi peringkat pertama. Orang tua saya bangga akan hasil itu. Di sekolah, saya menjabat sebagai anggota OSIS. Saya akan berusaha memajukan sekolah ini. Kini, saya bersiap menghadapi mid semester dan semesteran. Semoga saya bisa mempertahankan peringkat saya. Dukung saya menjadi good student yang sebenarnya. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here