Beranda Headline Camat Pusing Pedagang Sulit Diatur

Camat Pusing Pedagang Sulit Diatur

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA ANGKUT: Petugas Satpol PP mengangkat barang-barang milik pedagang saat penertiban di eks Pelabuhan Ampenan, beberapa waktu lalu.

MATARAM—Pedagang di eks Pelabuhan Ampenan sepertinya belum jera diobrak-abrik aparat dari Satpol PP. Camat Ampenan, Zarkasyi mengakui, Satpol PP akan kembali menertibkan pedagang yang sampai detik ini, tetap sulit diatur. Selain keluar lapak, pedagang menggunakan pedestrian untuk meletakkan tempat duduk beserta meja bagi pengunjung.
“Pedestrian harusnya steril. Makanya diberikan space di atas. Tapi itulah, pedagang gak ada puasnya. Padahal ada hak pembeli, dan pedagang,” tegasnya.
Ia mengakui, pedagang tetap semau-maunya kalau tidak diawasi. Sampai sekarang, pedagang dianggapnya tetap tidak taat aturan. “Saya belum lihat ada perubahan, pedagang masih ada di bawah,” ungkapnya.
Berulang kali ia meminta agar pedagang menyesuaikan dengan tempat berdagang yang disiapkan pemerintah. Lokasi yang ada memang terbatas luasannya. Karenanya, pedagang harus pintar menata tempat berjualannya. Saat ditanya apa alasan pedagang tetap keluar dari lapaknya. “Pedagang tidak punya alasan. Karena cara berpikir mereka beda dengan kita,” ujarnya.
Meski jumlah pedagang yang keluar lapak tidaklah banyak, hanya sekitar 10 pedagang dari total 60 pedagang yang ada di eks pelabuhan. “Bagi mereka, asal dapat jualan ya urusan selesai. Kalau pemerintah berpikirnya bagaimana mereka bisa jualan dan mendapat akses pembeli secara adil. Makanya diatur, tapi pedagang gak sabaran,” katanya kesal.
Dari beberapa kali penertiban oleh aparat Satpol PP, meja dan perangkat jualan milik pedagang yang berserakan di luar lapak sudah diangkut dan diamankan di Kantor Camat Ampenan. Barang-barang itu disita, tapi boleh diambil kembali dan dibawa pulang. Setelah ini, penertiban tetap akan dilakukan, termasuk malam hari. “Rabu kemarin kita sudah kumpulkan lagi pedagang untuk kasih penjelasan. Jangan sampai kita pakai cara-cara represif. Karena aturannya sudah jelas,” tandasnya.
Zarkasyi menekankan kepada pedagang, bahwa aturan diberlakukan demi ketertiban, keamanan, kebersihan, dan kenyamanan pembeli maupun pedagang. “Keindahan juga terjamin. Tapi pedagang gak mau tahu. Masih saja semerawut,” sesalnya.
Tanpa melibatkan Satpol PP, dari pihak kecamatan tetap melakukan peneguran setiap malam. Bahwan, Menwa tetap standby menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan eks pelabuhan. Bersama Babinsa, dan Babinkamtibmas. “Pol PP tetap mau tertibkan, tapi kita tahan dulu,” ungkapnya.
Namun setelah pengerjaan pemasangan keramik di lapak yang disiapkan pemerintah rampung, penertiban oleh Satpol PP akan kembali dilakukan. “Kalau mau rapi, semua pedagang bisa terakomodir. Di sana disiapkan 52 lapak,” kata Zarkasyi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here