Beranda Ekonomi Bulog Gandeng Koperasi Kodim

    Bulog Gandeng Koperasi Kodim

    BERBAGI
    MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA Achman Ma’mun

    LOTIM – Bulog sejak lama mulai menyerap gabah petani. Bulog Lombok Timur menargetkan, serapan gabah petani hingga 58 ribu ton. Sedangkan yang sudah diserap mencapai 50 ton lebih. Penyerapan gabah ini, tidak saja melibatkan mitra yang sudah ada sejak lama. Akan tetapi, dikembangkan dalam bentuk kerjasama kontrak, langsung dengan semua koperasi Kodim. Tak terkecuali koperasi binaan Komando Distrik Militer (Kodim) 1615 Lotim.
    Kepala Perum Bulog NTB, Achmad Ma’mun mengatakan, selain kontrak dengan koperasi kodim, juga akan dilakukan penggunaan gudang filial yang langsung dikerjasamakan dengan Kodim, di bawah pengetahuan Danrem. Tujuannya, untuk mendapatkan serapan lebih besar. Harga di petani tetap di atas Harga Pokok Penjualan (HPP) pemerintah sekitar Rp 4000 per kilogram (kg) sampai Rp 4400 per kg, dan jauh dari HPP 3700 per kg. Sehingga, tidak ada harga jatuh.
    “Realisasinya untuk NTB sendiri, sudah masuk lima besar nasional dengan angka serapan sudah sampai angka 50 ribu ton,” jelasnya kepada awak media di Kodim 1615, kemarin.
    Sebelum keterlibatan koperasi TNI dalam proses penyerapan, Bulog tetap bekerjasama dengan tim Sergab. Perjanjian Jual Beli (PJB) dengan Kodim ini, merupakan cara lain untuk mempercepat proses penyerapan gabah petani. “Intinya, kontrak begitu terpenuhi ditutup dan kontrak baru dibuka lagi. Tujuannya agar lebih efektif dan efesien dalam penyerapan gabah petani,” tegasnya.
    Pada kesempatan itu, Komandan Kodim (Dandim) 1615 Lotim Letkol Inf Agus Setiandar mengatakan, Kodim tidak lagi sekadar memfasilitasi atau mengawasi. Namun dalam proses membantu penyerapan gabah, koperasi Kodim melakukan PJB dengan Bulog. Setiap harinya Kodim melakukan pembelian gabah melalui koperasi binaan Kodim dan dimasukkan ke Bulog hingga 10 ton. “Malah PJB pertama kita ini angka 50 ton itu sudah terpenuhi. Tinggal kita perpanjangan PJB lagi,” jelasnya.
    Lanjut Agus, pembelian gabah di lapangan dilakukan langsung melalui Babinsa yang ada. Dana pembelian bukan berasal dari perorangan, melainkan badan usaha koperasi yang dikelola Kodim. “Untuk target PJB kita selanjutnya, Insya Allah kita naikkan dari jumlah PJB pertama 50 ton itu,” pungkasnya. (fa’i/r3)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here