Beranda Ekonomi Nikmatnya Ibadah Umrah Bersama Muhsinin Tours & Travel

    Nikmatnya Ibadah Umrah Bersama Muhsinin Tours & Travel

    BERBAGI
    MUHSININ TOURS FOR RADAR MANDALIKA IBADAH: Para jamaah berfoto bersama di Masjid Nabawi, Madinah 3 Maret 2018.

     

    Pelayanan Diutamakan, Jamaah Merasa Puas

     

    1 Maret 2018 sekitar pukul 08.30 Wita, 118 jamaah sudah berkumpul di Lombok International Airport (LIA). Mereka diantar segenap keluarga sebelum diterbangkan menuju Tanah Suci.

     

    ————————

    SEKIRA jam 9.30 Wita pagi rombongan memasuki Maskapai Garuda Indonesia menuju Bandara Soekarno Hatta (Soeta) Jakarta dan tiba dua jam selanjutnya. Di Jakarta pun, sudah banyak petugas dari Muhsinin Tours & Travel yang sudah menunggu kedatangan para jamaah. Setelah beberapa lama, akhirnya ratusan jamaah diterbangkan menuju King Abdul Aziz Airport menggunakan Pesawat Garuda Indonesia. Waktu tempuh Bandara Soeta menuju Bandara King Bandara Abdul Aziz sendiri sekitar 10 jam. Setelah memasuki wilayah udara Saudi Arabia, jamaah hanya melihat pemandangan yang berbeda. Di bawah sana para jamaah melihat warna cokelat, warna khas gurun pasir. Kering dan tandus. Hanya terlihat cokelat keemasan dimana-mana. Hampir tidak pernah melihat hutan yang hijau atau gunung-gunung yang menjulang sebagaimana kalau kita akan mendarat di bandara Indonesia.

    10 jam berselang, akhirnya pesawat mendarat mulus di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Ketika memasuki Kota Jeddah yang terlihat adalah pemandangan yang gersang. Keluar dari pesawat jamaah langsung disambut pemandu yang tentunya dari Muhsinin Tours & Travel. Jadi, para jamaah sangat terbantu dan tidak perlu repot-repot membawa koper maupun barang bawannya sendiri. Tim ini selalu siap dan sigap membantu para jamaah.

    Tidak menunggu waktu lama, sebuah bus parkir tidak jauh dari pintu keluar bandara. Jamaah pun langsung dipersilakan masuk untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Madinah. Dari Jeddah menuju Madinah membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Keluar dari bandara, para jamaah dibagikan snake dan catering. Jamaah makan malam bersama di dalam bus. Sebelumnya, jamaah pun sudah mendapat dua kali makan di dalam pesawat. Namun dalam perjalanan, rata-rata jamaah tertidur pulas karena kecapean selama di atas pesawat.

    Rombongan tiba di kota tempat wafatnya Nabi Muhammad itu dini hari waktu setempat. Di Madinah, para jamaah Muhsinin Tours & Travel menginap di Hotel bintang 4. Lokasinya hanya 100 meter dari Masjid Nabawi.

    Hotel-hotel itu tidak punya halaman seperti di Indonesia, keluar hotel langsung berhadapan dengan jalan raya. Hampir semua bangunan, termasuk hotel, di Kota Madinah berwarna seragam yaitu warna abu-abu muram atau cokelat muram seperti warna padang pasir. Bentuk dan tingginya pun hampir sama. Jarang sekali kita melihat bangunan berwarna-warni dalam bentuk yang kreatif seperti di Indonesia.

    Di hotel ini jamaah mendapat makan tiga kali sehari dan menunya adalah menu masakan Indonesia. Meskipun tidak pas benar rasanya, tetapi lumayanlah. Jadwal makan di hotel disesuaikan demngan waktu salat, yaitu sesudah salat Zuhur (pukul 12.00-14.00), sesudah salat Isya (pukul 19.00-21.00), dan sesudah salat Subuh (pukul 07.00-10.00). Restoran di hotel akan tutup setiap azan bergema.

    Setelah beristirahat sesampai di hotel, keesokan harinya pada pukul 09.00 waktu Madinah, semua rombongan berkumpul di depan hotel. Para jamaah dikumpulkan oleh pembimbing, TGH Fahrorrozi dan berjalan bersama-sama menuju Masjid Nabawi. Masjid Nabawi sangat besar dan sangat luas. Pintu-pintunya juga sangat banyak. Jika belum hafal, maka jamaah tidak mustahil akan tersesat. Selanjutnya, jamaah dapat pergi sendiri jika sudah hafal.

    Luas Masjid Nabawi sangat luas. Mungkin seluas satu kelurahan. Benar-benar luas. Pelataran Masjid Nabawi pun sangat luas. Pelataran ini dilengkapi dengan payung-payung raksasa buatan Jerman yang dapat membuka dan menguncup secara otomatis. Payung-payung itu berguna untuk melindungi jamaah dari panas terik dan hujan. Payung-payung raksasa itu menempel pada tiang-tiang lampu yang pada malam hari bersinar dengan indahnya Di pelataran Masjid Nabawi juga terdapat bangunan toilet yang berjejer-jejer, jumlahnya mencapai 80-an dan terpisah antara toilet pria dan wanita. Setiap toilet diberi nomor. Jadi, ketika masuk dari suatu gerbang, di sebelah kiri dan kanan kita ada bangunan toilet. Jadi ingatlah nomor toilet tersebut.

    Selesai mendengar arahan dari dibimbing dari TGH Fahrurrozi di hari pertama di Madinah, para jamaah dituntun menuju Raudhah. Raudhah sendiri merupakan area yang memiliki kemuliaan dan keutamaan tersendiri bagi umat Muslim.

    “Barangsiapa yang salat di sana seakan-akan ia telah duduk di taman dari taman-taman surga,” ujar TGH Fahurrozi kepada para jamaah.

    Di Masjid Nabawi maupun di Masjidil Haram sendiri terdapat puluhan gentong air zam-zam yang dapat diminum semua jamaah. Air zam-zam di Masjid Nabawi didatangkan dari Makkah dengan mobil-mobil tangki yang setiap hari membawanya ke Madinah. Jangan khawatir, gelas-gelas plastik yang digunakan untuk minum air zam-zam hanya sekali pakai. Gelas-gelas yang bersih terdapat pada satu tumpukan, dan jika sudah selesai dipakai jamaah memasukkanya ke selongsong di sebelah kiri. Air zam-zam yang disediakan ada dua macam, yang pertama air zam-zam dengan suhu biasa (not cold), yang kedua air zam-zam yang yang dingin seperti dinginnya air kulkas. Anda dapat membaca tulisan di gentongnya, apakah not cold atau tanpa tulisan. Jika not cold berarti tidak dingin, jika tidak ada tulisan berarti dingin seperti air es. Anda dapat meminumnya di sana langsung atau membawa pulang dengan mengisi air zamzam ke dalam botol-botol air mineral yang anda bawa.

    Bagi yg berminat, Muhsinin Tours & Travel akan memberangkatkan jamaah kembali akhir April 2018 dengan paket gold 12 hari. Hotel di Makkah Al-Massa hotel dan di Madinah Al-Saha. Pesawat PP Garuda Indonesia, starting Lombok, dapat 2 kali Jumat masing-masing sekali. Biaya awal 28 juta, kini menjadi 26 juta. Hubungi kami di Kantor Pusat Jln. Kaktus No. 12 Gomong Mataram. (bersambung)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here