Beranda Mataram Dewan Minta Dipulangkan, Perusahaan Menolak

Dewan Minta Dipulangkan, Perusahaan Menolak

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA TEGANG: Ketua Komisi V DPRD NTB, Hj Wartiah ditemani Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, HMS Kasdiono saat melakukan pembahasan dengan pihak PT. Cipta Karya Sejati (CKS), kemarin.

 

MATARAM – Komisi V DPRD NTB memanggil pihak PT. Cipta Karya Sejati (CKS), kemarin. Pemanggilan dilakukan atas dasar pemberangkatan salah seorang tenaga kerja wanita (TKW) Rizky Amalia, 25 tahun warga Lingkungan Bawak Bagik Utara, Dasan Agung, Selaparang Mataram menuju Singapura.

Dewan meminta kepada pihak perusahaan agar memulangkan Rizki Amalia yang saat ini berada di penampungan Malang, Jawa Timur yang kondisinya sedang sakit. Amalia tidak bisa melanjutkan posisinya sebagai Buruh Migran Indonesia (BMI) karena sesuai hasil pemeriksanaan RS Singapura, tubuh Amalia mengeluarkan bintik merah di tubuhnya akibat alergi tidak tahan AC.

Pemanggilan ini juga dilakukan atas laporan orang tua Amalia kepada Komisi V, Jamali. Dimana, orang tua merasa berat memulangkannya karena oleh perusahaan diminta mengembalikan seluruh biaya pemberangkatan. Padahal segela prosudur telah dilalui Amalia bahkan hasil tes kesehatan di NTB tidak ada penyakit apapaun.

“Dalam hal ini kami minta pihak perusahaan agar memulangkan Rizki Amalia. Kalau tidak, kami komisi V iuran tapi catatan, perusahaan bapak harus kami evaluasi,” ancam Ketua Komisi V DPRD NTB, Hj Wartiah, kemarin.

Sementara itu, pihak perusahaan tidak mau memulangkan Rizki Amalia bahkan menyebutkan kesalahan itu ada di TKW tersebut. Sehingga menurutnya kalau pihak keluarga  mau dipulangkan Rizki Amalia terlebih dahulu harus memayar segala biaya. Pihaknya mengaku telah rugi dengan proses pemulangannya.

“Kalau mau pulang harus bayar segala kerugian kami,” kata tegas pihak perusahaan, Ahmad.

Pantauan koran ini, adu argumen sempat memanas sehingga dengan berbagai desakan dewan, pihak perusahaan berjanji akan memulangkan Rizki Amaliya paling lama tiga hari sejak pertemuan itu dilakukan.

“Kami dengan secepatnya akan memulangkan Rizki Amalia,” janj Ahmad.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi, H Wildan mengatakan, Rizki Amalia berangkat secara prosuderal. Pemprov NTB membolehkan melakukan pengiriman TKI menuju negara Siangapura. Sebelum ke dewan, keluarga Amalia kata dia telah melaporkan keluhannya kepada balai pengawasan TKI Disnakertrans. Dari laporan yang masuk itu, balai pengawasan sudah mulai bergerak di lapangan.

“Tetapi pihak keluarga tidak puas jadi datangi wakil rakyat,” cerita Wildan.

Disinggung terkait hasil tes kesehatan di NTB bisa lolos. Wildan mengatakan, berdasarkan pengakuan ayah Amalia, Jamali anaknya sehat secara fisik dan hal itu juga dibuktikan dari tes kesehatan melalui perusahaan tersebut. Tetapi setelah sampai negara Singapura, Amalia mengeluarkan bintik merah karena tidak tahan sama AC.

“Amalia di Singapura keluarkan bintik merah,” kata Wildan. (cr-jho/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here