Beranda Pendidikan Teknisi dan Proktor UNBK Diberikan Pelatihan

Teknisi dan Proktor UNBK Diberikan Pelatihan

BERBAGI
BAMBANG/RADAR MANDALIKA PELATIHAN: Sejumlah teknisi dan proktor sekolah saat mengikuti pelatihan di SMPN 1 Praya, kemarin.

LOTENG—Teknisi dan proktor Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP diberikan pelatihan, kemarin. Pelatihan yang diikuti kepala sekolah, teknisi dan proktor dari 27 sekolah pelaksana UNBK tahun ini digelar di SMPN 1 Praya. Mengingat sekolah ini sebagai sub rayon UNBK tingkat SMP di Lombok Tengah. “Persiapan sudah hampir final. Untuk itu kami kumpulkan pelaksana, dalam hal ini kepala sekolah, proktor dan teknisi untuk mengikuti semacam desimiliasi sebelum ujian dilaksanakan,” ujar Kepala SMPN 1 Praya, Majri.

Kegiatan menghadirkan motivator dan perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, serta Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H Sumum. Tujuan utama kegiatan ini tidak lain untuk sharring pengalaman, dengan pihak yang sudah berpengalaman.

Selain juga dirasa penting untuk memberikan pemahamang lebih kepada teknisi dan proktor. Mengingat teknisi dan proktor memiliki fungsi penting demi terlaksana dan suksesnya UNBK mendatang. “Proktor harus bisa memahami betul tentang fungsinya. Terlebih untuk sekolah yang baru pertama kali melaksanakan ujian dengan sistem komputerisasi,” tuturnya.

Terkait kesiapan sekolah terutama yang di pelosok, diakuinya sudah terbiasa. Terdapat dampak positif bagi sekolah yang sudah melaksanakan UNBK. Seperti memotivasi anak untuk lebih giat belajar. “Karena tidak akan ada kecurangan seperti pada ujian dengan menggunakan kertas,” ungkapnya.

Dampak positif lainnya adalah pada nilai ujian. Dimana setiap tahunnya, capaian nilai ujian mengalami peningkatan. Jika dibandingkan sebelum UNBK, capaian nilai sempurna tidak sebanyak setelah UNBK. “Di sekolah saya tahun kemarin 20 siswa berhasil mendapat nilai sempurna,” bebernya.

Tidak hanya itu saja, melaksanakan UNBK seperti ada kompetisi internal. Dimana masing-masing guru berlomba untuk meningkatkan kualitas anak didiknya. Tentunya dengan cara positif, seperti mengefektifkan pembelajaran di kelas, pengayaan mulai tahun ini, serta memberikan motivasi kepada orangtua untuk terus membimbing anaknya. “Siswa juga kami diberikan reward jika mendapat nilai sempurna,” pungkasnya. (bam/r3)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here