Beranda Lombok Timur Satlantas Tegur 570 Pengendara

Satlantas Tegur 570 Pengendara

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA AKP I Made Hendra SIK

LOTIM – Selama Operasi Keselamatan Gatarin 2018, sebanyak 570 pengendara yang melanggar, ditegur Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Timur. Sementara jumlah penindakan berupa tilang terhadap mereka yang melanggar lalu lintas, sebanyak 150 pelanggar.

Kasat Lantas Polres Lotim, AKP I Made Hendra SIK kepada Radar Mandalika, kemarin menjelaskan, dari operasi keselamatan selama sepekan terakhir, terjadi penurunan dari sisi pelanggaran maupun Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas). Masyarakat dilihatnya menyadari bena,r bahwa operasi keselamatan ini merupakan operasi terpusat. Artinya, kemana pun masyarakat berkendara, akan menemukan razia.

“Saya amati, masyarakat mulai lebih tertib karena kemana pun mereka pergi pasti menjumpai gelaran pasukan. Termasuk angkutan bak terbuka pengangkut penumpang yang biasa kita temukan, sekarang agak jarang,” ujarnya.

Dalam operasi keselamatan ini,lanjut Kasat yang pernah tergabung dalam kontingen Pasukan Perdamaian di Libanon ini, yang menjadi sasarannya juga adalah lokasi-lokasi hunting anak-anak d ibawah umur. Termasuk  menindaklanjuti informasi adanya angkutan pedesaan mengangkut anak-anak melebihi kapasitas. Akan tetapi, sejauh ini belum ditemukannya. “Tetap kita pantau, dan pemantauan ini akan kita intensifkan,” terang Hendra.

Selama operasi keselamatan, ungkap mantan Kasat Lantas Polres Lombok Tengah ini, hanya satu Lakalantas yang dianggapnya menonjol. Dikatagorikan menonjol, karena pengendara motor merupakan Warga Negara Asing (WNA) sebagai korban. WNA tersebut, satu asal Belanda dan Selandia Baru. Tempat Kejadian Perkara (TKP) di jalur wilayah Wanasaba, Kamis (8/3) lalu.

Ketika itu, sambung Hendra, para wisatawan asing ini beriringan bersama lima kendaraan lainnya saat sedang hujan lebat. Tiba-tiba pengendara mobil kijang super dengan kecepatan tinggi, langsung menyeruduk dua WNA ini. Mobil tersebut berhenti setelah menabrak pohon. Akibatnya, kedua WNA itu mengalami patah tulang pada kaki. Kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit umum Hakka Mataram untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kasus ini sedang kita tangani, dan kita sudah meminta sejumlah keterangan dari pengendara kijang. Sedangkan dua korban WNA ini, belum bisaa kita mintai ketearngan, karena masih menunggu keduanya pulih,” pungkasnya seraya mengimbau masyarakat tidak menggunakan kecepatan tinggi dalam berkendara saat hujan, agar tidak menyebabkan terjadinya lakantas. Karena jalan licin, selain jarak pandang yang sangat dekat. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here