Beranda Kriminal Polisi Amankan Mobil Honda Brio

Polisi Amankan Mobil Honda Brio

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA BARANG BUKTI: Anggota Satlantas Polres Lobar menujukan kondisi barang bukti mobil Honda Brio di halaman Mapolres Lobar, kemarin.

LOBAR — Pihak Kepolisian Polres Lombok Barat selain mengamankan pelaku, barang bukti (BB) berupa satu unit kendaraan roda empat Honda Brio juga sudah berhasil diamankan.

Kronologis kejadian yang diterima wartawan yang menyebabkan Rohani, 32 tahun kondisi hamil tua itu tewas Sabtu dini hari karena faktor kelalaian pelaku.

Kapolres Lobar, AKBP Heri Wahyudi menerangakan bahwa berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan, terbukti bahwa Rohani merupakan korban tabrak lari. Pihaknya pun sudah berhasil mengamankan pelaku penabrakan yang juga warga Desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung, kurang dari 24 jam pasca kejadian.

“Korban tabrak lari dari kendaraan Honda Brio warna putih yang dikendarai oleh pelaku inisial H KH, umur 57 tahun alamat Dusun Dasan Tapen, Desa Dasan Tapen,” beber Kapolres, kemarin.

Menurut Heri, berdasarkan keterangan beberapa saksi bahwa korban dan pelaku datang dari arah yang sama, yaitu jalur utara Bypass menuju ke selatan. Saat di lokasi, pelaku tidak melihat korban yang ada di depannya sehingga menabrak dan terpental ke arah timur jalan. Melihat korban yang terpental dan jatuh, pelaku justru melarikan diri, karena panik.

Heri menyampaikan, bahwa menurut keterangan pelaku tidak ada unsure kesengajaan yang dilakukan olehnya, sehingga menabrak korban. Sebab, saat itu kondisi jalan yang masih gelap dan sepi.

“Mungkin karena kecepatan tinggi, pelaku kemudian panik dan melarikan diri. Penangkapan kami lakukan di rumahnya, dan pelaku mengakui bahwa dia yang menabrak,” ceritanya.

 

Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Priyo Suhartono menambahkan, dari reka adegan yang dilakukan diperkirakan posisi korban saat di tengah berolahraga pagi dalam posisi rukuk.

“Itu yang buat pengemudi tidak melihat korban dan dihantam mobil. Korban terpental dan masuk ke selokan dan kepalanya terbentur dengan tanganya juga patah,” ungkapnya.

Naasnya, dalam posisi tangan yang patah dan kepala yang masuk dalam selokan, korban kemudian tidak bisa bernafas karena bagian kepala masuk dalam selokan yang ada airnya.

“Ada luka juga di pinggul belakangnya kena hantaman mobil,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan keterang dari dokter, jika pelaku saat kejadian menolong korban kemungkinan nyawanya masih terselamatkan. Termasuk si bayi. Hanya saja pelaku saat itu langsung kabur lantaran panik.

Sementara lain informasi lain yang diterima polisi jika pelaku sempat terlibat cekcok dengan salah seorang. Saat terjadi cekcok, orang itu pun pergi dan pelaku mengejar dengan menggunakan mobil dan menabrak korban.

Atas kelalaian yang menyebabkan kematian, pelaku pun dijerat pasal 359 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun. (cr-win/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here