Beranda Mataram Mataram Diusahakan Bebas BAB Sembarangan

Mataram Diusahakan Bebas BAB Sembarangan

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA KERJASAMA: Pemerintah Kota Mataram dan Yayasan Plan Indonesia menandatangani naskah kesepakatan kerjasama, pelaksanaan Woman dan Disability Inclusive Wash and Nutrition (WINNER) Project, kemarin.

MATARAM – Pemerintah Kota Mataram dan Yayasan Plan Indonesia menandatangani naskah kesepakatan kerjasama, pelaksanaan Woman dan Disability Inclusive Wash and Nutrition (WINNER) Project. Kerjasama itu menindaklanjuti penyelenggaraan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kota Mataram.

Terdapat empat kecamatan yang mendapat program ini, yakni Mataram, Sekarbela, Ampenan, dan Sandubaya. Ikut pula bertandatangan dalam komitmen pelaksanaan tersebut, Kepala Puskesmas Mataram, Karang Pule, Ampenan, dan Babakan. Serta lurah h Dasan Cermen, Punia, Bintaro, dan Karang Pule.

WINNER Project Manager dari Yayasan Plan Indonesia, Herie Ferdian menjelaskan, program WINNER merupakan suatu inisiatif yang bertujuan untuk mengurangi tingginya angka diare dan stunting di Indonesia, termasuk di Kota Mataram. Mengingat prevalensi stunting di Indonesia cukup tinggi sampai dengan angka 37,2 persen. Sedangkan Unicef juga mencatat setiap tahunnya di Indonesia, 100 balita meninggal karena diare.

Hal tersebut disebabkan buruknya kondisi sanitasi khususnya terkait perilaku BAB Sembarangan (BABS) yang masih cukup tinggi. Apabila tidak segera diambil tindakan akan menghadapkan Indonesia pada risiko kehilangan banyak generasi penerus di masa depan.

Sedangkan untuk program WINNER yang dilaksanakan Plan Indonesia, dimulai dari kegiatan STBM di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, yang kemudian diperluas cakupannya di wilayah NTB, dan NTT. “Melalui Program WINNER mudah-mudahan Kota Mataram juga dapat mendeklarasikan diri sebagai Kota Sehat dan terbebas dari perilaku BABS,” harapnya.

Sementara Plt. Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana mengatakan, program yang ditawarkan Yayasan Plan Indonesia ini telah sesuai dan sejalan dengan amanat RPJMN 2015-2019, yang dikenal sebagai Gerakan 100-0-100. RPJMN yang telah mengamanatkan pemenuhan 100 persen akses pelayanan air bersih, 0 (nol) persen proporsi rumah tangga kumuh, dan 100 persen pelayanan sanitasi, harus dapat dipenuhi pula targetnya di Kota Mataram pada tahun 2019 dengan penguatan melalui program WINNER.

Karena itu sangat penting bagi semua pihak yang terlibat agar benar-benar dapat memahami program tersebut untuk diterapkan secara optimal di wilayah yang telah ditentukan, yang selanjutnya dapat direplikasi di kelurahan-kelurahan lainnya di Kota Mataram.

Sebagai penyadaran bagi masyarakat untuk meninggalkan perilaku-perilaku negatif yang akan berpengaruh pada kebersihan lingkungan. “Adanya kesepakatan ini sebagai bentuk kesungguhan. Semoga semakin membaiknya kondisi sanitasi masyarakat Kota Mataram dari waktu ke waktu, seiring pula dengan membaiknya kondisi intelektualitas dan ekonominya,” katanya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here