Beranda Kriminal Berlibur, Buron Polda Metro Jaya Ditangkap

Berlibur, Buron Polda Metro Jaya Ditangkap

BERBAGI
ILUSTRASI

PRAYA – Pihak kepolisian Polres Lombok Tengah berhasil menangkap buron yang selama ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Metro Jaya, saat berliburan di Lombok.

Dalam penangkapan ini, ada dua orang jadi buron itu, Milah Karmilah (perempuan, Red) warga Bandung dan Ferenc Hugyec. Keduanya ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana penipuan, pencurian data elektronik,  penggelapan, pemalsuan dan Money laundry (pencucian uang) dengan TKP Jakarta, korban pihak PT. Bank Mandiri Tbk. Akibat perbuatannya, kerugian mencapai miliaran rupiah.

 

Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girang mengatakan, sebelum dilakukan penangkapan, pihaknya mendapatkan informasi adanya DPO dari Polda Metro Jaya yang datang berlibur ke Loteng. Setelah melakukan penyelidikan secara intensif selama dua hari, polisi menemukan jejak pelaku.

“Kami menangkap pelaku ditempat yang berbeda. Milah Karmilah kami tangkap di bandara. Sedangkan pelaku Ferenc Hugyec kami tangkap di salah satu hotel lingkar bandara,” terangnya di ruang kerjanya, kemarin.

Refles mengaku, pihaknya melakukan penangkapan bersama anggota dari Polda Metro Jaya juga. Setelah diamankan di Polres, kemudian kedua pelaku langsung dibawa ke Polda Metro Jaya guna untuk melakukan pemeriksaan dan pengembangan.

“Dua pelaku ini memang satu jaringan,” jelasnya.

Dari keterangan para pelaku, mereka datang ke NTB tanggal 9, Maret. Sebelumnya, mereka tinggal di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk berlibur. Tapi pihaknya yang mengetahuinya langsung berkoordinasi dan melakukan penangkapan.

“Infonya masih ada pelaku di sini yang masih dicari,” beber dia.

Dari perbuatan pelaku, mereka dijerat pasal berlapis, Pasal 263 KUHP dan Pasal 363 KUHP dan Pasal 46 J0 Pasal 30 dan Pasal 47 Jo Pasal 31 Ayat (1) dan (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang lTE dan Pasal 3, 4 dan 5 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang TPPU.

Pasal 263 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun. Pasal 363 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. Pasal 46 Jo Pasal 30 UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang ITE, dengan pidana penjara paling lama 7  tahun dan/atau denda paling banyak Rp700 juta.

Pasal 47 J0 Pasal 31 Ayat (1) dan (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang ITE, dengan pidana penjara paling lama 10  tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800 juta.  Pasal 3 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang TPPU, dengan pidana penjara paling lama 20 dua puluh tahun) tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.  Pasal 4 UU Rl No. 8 lahun 2010 lentang TPPU, dengan pidana penjara paling lama 20 tahun dan Pasal 5 UU Rl No. 8 tahun 2010 tentang TPPU, dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.(jay/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here