Beranda Politik AHY Lebih Unggul Dibanding Tommy

AHY Lebih Unggul Dibanding Tommy

BERBAGI
Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto. (Issak/JawaPos.com)

JAKARTA – Dua anak mantan Presiden Indonesia terus digadang-gadang menjadi calon presiden di pemilihan presiden (Pilpres 2019). Mereka adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Tommy Soeharto.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, untuk menjadi capres keduanya sangatlah sulit. Karena elektabilitasnya masih kalah dengan petahana Joko Widodo (Jokowi) dan juga Prabowo Subianto.

“Yang jelas kalau bicara capres keduanya masih belum bisa mengalahkan Jokowi dan Prabowo,” ujar Ujang kepada JawaPos.com, Senin (12/3).

Lantas apabila dua tokoh ini berhadapan. Maka putra dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini akan menang dari Tommy Soeharto. Alasannya karena Pangeran cendana itu menjadi capres dari partai baru, sehingga kemungkinan dilirik oleh partai lain sangat kecil.

“Karena Tommy ini berangkat dari partai baru, partai kecil yang suaranya belum jelas,” katanya.

Sementara itu, berbeda dengan AHY yang berangkat dari Parti Demokrat, dan sudah besar dan mempunyai basis massa kuat untuk memenangkan AHY di Pilpres 2019.

Selain itu Tommy juga terbukti gagal menjadi ketua umum Partai Golkar di 2014 lalu dan juga 2016. Tommy Soeharto kala itu terbukti tidak bisa bersaing dengan Aburizal Bakrie (Ical) dan juga Setya Novanto. Hingga akhirnya dia membuat partai baru. Partai Beringin Karya (Berkarya).

“Oleh sebab itu publi‎k akan juga mempertanyakan itu apabila nekat maju bersaing menjadi capres di pilpres 2019,” katanya.

Sementara dari segi elektabilitas, Tommy Soeharto masih kalah ketimbang AHY. Karena putra sulung SBY sudah lebih dulu menyiapkan diri terjun ke masyarakat untuk bisa menjadi presiden. Sementara Tommy Soeharto belum.

“Agak sulit Tommy Soeharto untuk menaikan elektabilitasnya juga sulit dalam waktu lima bulan ini. Kecuali dia mau bergerak mengerahkan uangnya dengan menebar pencitraan,” ungkpnya.

Keduanya punya sejarah dari sang ayah, yakni SBY dan Soeharto kala menjadi Presiden Indonesia. Tentunya, program-program keberhasilan SBY dan juga Soeharto bakal mereka bawa ke masyarakat untuk bisa bernostalgia.

“Jadi keduanya melihat masih romantisme sejarah, dengan membawa kembali ke jaman dahulu,” pungkasnya.

(gwn/JPC)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here