Beranda Pendidikan STQ Batukliang Dikemas Meriah

STQ Batukliang Dikemas Meriah

BERBAGI
Pawai Ta'aruf Batukliang

160 Kafilah Siap Berkompetisi

BATUKLIANG—Dalam pembukaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-25 Kecamatan Batukliang berlangsung meriah. Kegiatan yang digelar di Desa Peresak ini dibuka dengan pawai taaruf. Kemerihan itu terlihat karena semua kafilah dari 10 desa yang ada ikut serta mengikuti pawai bersama lembaga pendidikan, termasuk kafilah dari semua dusun di Desa Peresak.

Ketua Panitia STQ ke-25 Kecamatan Batukliang, Sahirudin mengatakan, dari 10 desa yang ada masing-masing desa minimal mengutus tiga perwakilannya di tiga cabang mata lomba yakni tilawah, tafsir dan tahfiz. Dari ketiga cabang mata lomba ini terdiri dari delapan golongan lomba. Sehingga, secara keseluruhan jumlah peserta mencapai 160 orang. Selain itu, untuk dewan hakam pihaknya melibatkan sejumlah tokoh agama dari semua desa. Ini dilakukan untuk menjaga netralitas dan profesionalisme dalam memberikan penilaian kepada para peserta yang berkompetisi. Untuk diketahui juga, lanjutnya, dalam STQ kali ini digelar selama tiga hari, yakni dari sore hingga malam hari di halaman Kantor Desa Peresak.

“Nanti malam (kemarin malam, Red) STQ ini akan dibuka langsung oleh Bapak Plt Bupati Lalu Pathul Bahri,” ujar pria yang juga Kades Peresak ini.

Ditambahkan Sahirudin, dalam pelaksanaan STQ ini pihaknya mengapresiasi kekompakan dan partisipasi semua kafilah, termasuk sumbangsih dana untuk menyukseskan agenda tahunan ini. Itu terlihat dari kehadiran perkafilah dalam mengikuti pawai taaruf. Selain itu, sebagai tuan rumah semua dusun yang ada di desanya ikut serta mengikuti pawai, baik dari kalangan anak-anak usia sekolah dasar hingga orang tua dari sejumlah majlis taqlim. Lebih jauh diungkapkan, mengenai anggaran STQ ini bersumber dari partisipasi masyarakat, partisipasi 10 desa, kecamatan, kabupaten, dan sumber lainnya. Termasuk juga, khusus pihaknya di Peresak mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 20 juta khusus dalam event ini.

“Alhamdulillah, mengenai qori-qoriah masing-masing desa tidak kekurangan. Karena setiap tahun kita menggelar STQ juga,” ungkapnya.

Sementara Camat Batukliang, Lalu Sabit mengatakan, apa yang dilakukan berupa penyelenggaraan pawai taaruf ini sebagai bentuk syiar agama dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya membumikan Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, pihaknya meminta setiap tahun STQ ini digelar di desa-desa secara bergiliran agar bisa disaksikan langsung oleh masyarakat di bawah. Dengan demikian, masyarakat tergugah untuk membimbing anak-anaknya untuk mempelajari aspek pengamalan Alquran. Sebagai outputnya, ketika MTQ di kabupaten digelar semua desa dapat mengutus perwakilannya sebagai wakil kecamatan. Bahkan, tidak menutup kumungkinan bisa menjadi wakil kabupaten di tingkat provinsi hingga nasional.

“Semoga di MTQ mendatang kita bisa mengutus qori-qoriah dan hafiz-hafizah yang berkompeten,” harapnya. (tar/r2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here