Beranda Headline PWNU NTB Ganjal Debat Paslon

PWNU NTB Ganjal Debat Paslon

BERBAGI
LOGO NU

PC NU Lobar Netral, Tidak Kemana-mana, Tapi Ada Dimana-mana

LOBAR—Ketua Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Lombok Barat (Lobar), H Nazar Naamy angkat bicara terkait rencana debat kendidat calon bupati dan wakil bupati Lobar. Hal ini menyusul tanggapan beberapa elemen masyarakat terhadap pemberitaan rencana kegiatan yang digelar oleh pengurus PC NU Lobar itu.

Menurutnya, pada dasarnya dirinya selaku Ketua Umum Tanfiziyah NU Lobar mengucapkan terima kasih kepada seluruh eleman masyarakat Lobar  atas berbagai tanggapan. Baik itu kritik maupun apresiasi atas rencana kegiatan tersebut.

Namun ia menyangkan adanya oknum pengurus wilayah NU NTB yang ingin menggagalkan acara ini dan akan meminta semua pasangan calon untuk tidak hadir. Sebab pihak PC NU Lobar menggagas acara ini karena selama ini Pengurus Wilayah NU NTB tidak pernah melakukannya dan hanya menyodorkan pilihan.

“Ibarat kucing dalam karung untuk didukung oleh warga Nahdliyin. Jadi acara tidak perlu kami harus minta izin atau minta restu kepada PW NU NTB apalagi dalam peraturan organisasi tidak yang menggariskan demikian. Memangnya PW mau ngasih dana atau PC menggunakan dana dari PW, sehingga diharuskan minta izin?” sesalnya.

Menurutnya jika acara ini dinilai kurang pas, kenapa tidak Tabayyun (konfirmasi)  menanyakan kepada pihaknya. Baik itu dari konsep, audiensnya bagaimana sehingga jelas, dan tidak melihat dari sisi buruknya maupun sisi kontroversinya saja.

Sebab pihaknya ingin menujukkan kesiapan, kekompakan dalam melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk tidak one man show dengan memberdayakan dan memaksimalkan semua potensi yang mereka miliki.

“Ini adalah arogansi yang memalukan dan menyedihkan. Tanpa didukung oleh data dan pemahaman yang konkrit tentang konsep acara ini, tiba-tiba membuat statemen seperti itu,” kritiknya.

Latas bagaimana jika nanti salah satu paslon tidak hadir akibat hal itu? Ia menyampaikan hal itu menjadi penilaian sendiri dari audien terkait bagaimana komitemen paslon terhadap permasalahan keummatan yang menjadi materi debat.

Terlebih lagi nantinya dalam acara itu pihaknya akan menyiapkan draf komitmen Pilkada damai yang akan ditanda tangani bersama.

“Dan saya ingin menegaskan kembali, siapapun yang menilai, tolong bedakan kapasitas saya sebagai pribadi dan sebagai Ketua Tanfidziyah PC NU Lobar, dalam Pilkada Lobar 2018 ini. PC NU Lobar bersikap netral, tidak kemana-mana, tapi ada dimana mana,” tegasnya.

Bahkan dirinya sendiri selaku Ketua Tanfidziyah tidak pernah membuat pernyataan tertulis maupun lisan untuk mendukung salah satu pasangan calon. Sebagai pribadi yang memiliki hak politik, tentu punya kecendrungan terhadap salah satu pasangan calon, diangapnya wajar.

Namun secara pribadi dirinya tidak pernah menyangkut mautkan dengan organisasi NU, apalagi hingga melarang pengurus untuk memilih keyakinanya sendiri.

“Tidak pernah saya membuat peta konflik agar semua pengurus PC NU Lobar, semua MWC, Banom maupun Lembaga mendukung pasangan calon yang saya dukung, apalagi memaksa, saya tidak pernah lakukanitu,”tegasnya kembali.

Terkait acara debat itu, Ia menjelaskan bahwa acara itu sendiri bukan seperti debat kandidat. Menurutnya pihaknya akan mengemas acara tersebut dengan berbeda dengan namanya.

Sebab ia menerangkan dalam acara itu dikemas dalam bentuk komunikasi satu arah (One Way Communication). Jadinya nantinya para Paslon hanya menyampaiakan dan menerangkan komitmen paslon itu terhadap berbagai persoaln dimasyarakat Lobar yang akan disampaikan dalam kegiatan itu.

“Pasangan calon tidak saling menyerang, panitia hanya mengambil istilah debat sebagai genrese hingga terkesan hangat, padahal isinya hanya membongkar komitmen pasangan calon,” klarifikasinya.

Ia menyampaikan dalam komunimasi satu arah itu nantinya, panitia akan menyajikan berbagai persolan keumatan yang akan ditangapi para Paslon. Mulai dari kemiskinan, pelayanan kesehatan, pariwisata, kenakalan remaja atas miras, narkoba, hingga tingkat pendidikan.

“Kemudian juga bagaimana pembelaan terhadap pondok pesantren, jaminan social kepada Tuan Guru, marbot masjid, guru-guru madrasah dan lain sebagainya. Dan secara berurutan kita memberikan kesempatan kepada Paslon untuk menanggapinya secarabergilirian,” paparnya.

Lebih lanjut, dari tanggapan para para Paslon itu akan dinilai pula oleh Panelis yang sudah dituntukan pihaknya dan tidak diragukan kapasitanya. Acara itu akan didesaign seperti acara ILC yang dipandu oleh seorang Host, yang mampu mencairkan suasana. Di samping itu juga komunikatif dan humoris.

“Panitia sudah menentukan Saudara Dr Jumarim MAg (PW NU NTB) sebagai Hostnya dan Prof. Dr HL Husni (Ketua ISNU NTB), Prof. Dr H MasnunTahir (Wakil Rais Suriyah PW NU NTB) dan HL Winengan (Sekjen PW NU NTB) sebagai Panelisnya,” paparnya.

Nazar pun memastikan dalam acara tersebut pun para paslon tidak diperbolehnya membawa pendukung masing-masing. Sebab yang hadir dalam kandidat tersebut terdiri dari kader internal NU, Host, Panelis, Tuan Guru, tokoh masyarakat, tokoh pemuda yang semuanya internal Nahdliyin bersama seluruhpengurus PC.

“Semua pengurus kecamatan MWC se-Lobar, kira-kira berjumlah 400-500 orang. Karena kami yakin tidak semua dari unsur tersebut di atas telah menentukan sikap, dukungan maupun pilihannya,” tandasnya. (cr-win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here