Beranda Headline Perpustakaan Sasar Pembaca Pelosok

Perpustakaan Sasar Pembaca Pelosok

BERBAGI
BAMBANG/RADAR MANDALIKA BACA BUKU: Sejumlah pengunjung saat membaca buku di mobil pintar yang disediakan Dinas Perpustakaan Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

LOTENG—Dinas Perpustakaan terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat di Lombok Tengah, khususnya pelajar. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyasar pembaca hingga ke pelosok. Selain menarik pembaca di dalam kota.

Kepala Dinas Perpustakaan Lombok Tengah, L Rinjani mengatakan, hal itu dilakukan untuk memberikan pelayanan kepada semua pembaca, terutama mereka yang sulit dijangkau. Untuk mendukung niatan itu, Dinas Perpustakaan sudah menyiapkan fasilitas pendukung. Seperti mobil pintar dan armada perpustakaan keliling.

Saat ini sudah ada dua unit mobil keliling dan satu unit motor roda tiga. “Pembaca pelosok sudah bisa dijangkau dengan adanya fasilitas mobil keliling itu. Dan ada tambahan mobil baru bantuan dari Perpus nasional,” katanya.

Untuk mengakomodir pembaca pelosok, pihaknya sudah menyiapkan jadwal keliling khusus mobil. Sehingga kebutuhan akan bacaan bagi masyarakat bisa terpenuhi. Sementara pelayanan bagi pembaca di dalam kota, Perpustakaan memberlakukan jam buka layanan hingga akhir pekan. “Per Januari sudah mulai. Buka layanan sampai Sabtu dari pukul 08.00 Wita hingga 16.00 Wita,” jelasnya.

Dinas Perpustakaan menargetkan 24 ribu kunjungan di tahun ini. Untuk mencapai target tersebut, akan dilakukan berbagai terobosan baru. Diantaranya memperbanyak program serta kegiatan yang dapat merangsang minat baca masyarakat, khususnya anak muda. “Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan,” janjinya.

Adapun program dan terobosan tersebut misalnya lomba bercerita, yang akan diadakan seminggu sekali. Untuk kebutuhan itu, pihaknya telah bekerjasama dengan sejumlah sekolah. Masing-masing sekolah bisa mengasah kemampuan anak-anak didik dalam bercerita.  “Begitu juga dengan program lain, akan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Selain itu, penataan tempat baca juga akan terus dilakukan. Khususnya bagi anak-anak, dengan sasaran utama siswa-siswi Paud atau TK dan SD. Tujuannya untuk menjaring dan merangsang minat baca sejak dini. “Kami ingin anak-anak merasa betah selama di perpustakaan,” kata Rinjani di ruang kerjanya, belum lama ini,

Adapun konsep yang dijalankan dalam hal ini adalah menciptakan perpustakaan yang ramah anak. Tidak hanya untuk membaca, kedepan perpustakaan juga diharapkan mampu menjadi wahana bermain bagi anak-anak. Agar lebih maksimal, koleksi buku bacaan anak dan agama akan dilengkapi. Pihaknya berencana membeli buku dongeng, novel dan komik-komik Jepang yang nantinya diharapkan mampu merangsang anak dan pengunjung lain untuk datang ke Perpustakaan. “Kami akan terus berbenah,” pungkasnya. (bam/r3)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here