Beranda Mataram Pajak Hotel Sepi, PBB Mulai Naik

Pajak Hotel Sepi, PBB Mulai Naik

BERBAGI
ILUSTRASI

MATARAM—Kondisi triwulan pertama tahun ini, perolehan sejumlah pajak daerah belum terlihat signifikan. Seperti penerimaan pajak hotel, dari Januari belum tampak mencolok. “Kondisi sekarang lagi sepi. Kita juga sudah lakukan upaya pemeriksaan hotel dan restoran,” kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, HM Syakirin Hukmi.

Targetnya, di triwulan I tahun 2018 bisa terperoleh pemasukan dari pajak hotel antara 17-18 persen, dari target tahun ini sebesar Rp 27 miliar. Besaran perolehan tersebut dengan melihat kondisi di hotel yang belum ramai even di awal tahun. “Mulai Maret sudah menggeliat. Nanti setoran Maret akan mendongkrang perolehan pajak hotel,” sambungnya.

Sementara untuk perolehan pajak restoring, di triwulan I tahun ini ditargetkan bisa di atas 20 persen. “Kalau restoran tetap ramai. Banyak kunjungan yang menginap di luar (Mataram, Red), tapi makannya di Mataram,” ujarnya seraya menambahkan, untuk target pajak restoran tahun ini ditetapkan Rp 24 miliar.

Sebaliknya untuk Pajak Bumi Bangunan (PBB), diakui Syakirin, mulai naik pembayarannya karena terbantu adanya Prona untuk pembuatan sertifikat. “Salah satu syarat Prona harus lunas PBB,” katanya.

Diketahui target perolehan pajak di tahun 2018 ditetapkan naik menjadi Rp 148 miliar. Pajak yang dinaikkan targetnya adalah pajak hotel menjadi Rp 27 miliar. Pajak restoran menjadi Rp 24 miliar. Pajak reklame juga dinaikkan menjadi Rp 4,5 miliar. PBB menjadi Rp 26 miliar. BPHTB menjadi Rp 22 miliar. Dan PPJ menjadi Rp 38 miliar.

Sementara untuk tahun 2017, sukses melampui target. Dari target Rp 142 miliar, realisasi mencapai Rp 144,8 miliar atau hampir 102 persen. Lima pajak yang tak mencapai target adalah pajak hotel dari target Rp 26 miliar tercapai Rp 23,4 miliar (90,26 persen). Pajak restoran targetnya Rp 23,3 miliar, realisasi Rp 22,4 miliar (96,34 persen).

Kemudian pajak parkir targetnya Rp 2 miliar, realisasi Rp 1,7 miliar lebih (85,26 persen). Sarang burung walet target Rp 5 juta, realisasi Rp 800 ribu (16 persen). Serta pajak reklame dengan target Rp 4 miliar, tercapai Rp 2,4 miliar (61,69 persen).

Sementara pajak yang melampui target adalah air bawah tanah Rp 500 juta, tercapai Rp 606 juta lebih (121,27 persen). Pajak Bumi dan Bangunan (‎PBB) target Rp 24 miliar, realisasi Rp 24,3 miliar (101,56 persen).

Selanjutnya Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB) target Rp 21 miliar, realisasi Rp 26 miliar atau 126,69 persen. Serta Pajak Penerangan Jalan (PPJ) target Rp 37 miliar, tercapai Rp 38 miliar lebih atau 104,53 persen. (rin)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here