Beranda Politik TGB Bakal jadi Jurkam Zul-Rohmi

TGB Bakal jadi Jurkam Zul-Rohmi

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA M. Zainul Majdi

 

MATARAM – Gubernur NTB, M Zainul Majdi bakal diminta menjadi juru kampanye (Jurkam) untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Zul-Rohmi, dalam waktu dekat.

Tim pemenangan Zul-Rohmi mengaku, permintaan tim agar tuan guru bajang (TGB) menjadi Jurkam akan tetap dilakukan. Hanya saja persolan waktu, apalagi kampanye monologis sudah ditetapkan KPU.

“Akan tetap kita minta nanti kalau sudah waktunya,” tegas M Nashib Ikroman kepada wartawan, kemarin.

Acip sapaan akrabnya menegaskan, permintaan itu akan tetap dilakukan mengingat TGB salah satu tokoh penting di partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keterlibatan TGB dalam pemenangan Zul-Rohmi menjadi simbol tersendiri, apalagi selain sebagai pengurus di Partai Demokrat, TGB juga menjadi tokoh penting di Ormas Nahdlatul Wathan (NW).

“Ini soal teknis waktu saja, nanti tetap kita minta,” jelas pria yang juga Ketua Bapilu DPD Demokrat NTB itu.

Disinggung soal keterlibatan TGB menjadi faktor penting kemenangan Zul-Rohmi. Acip mengaku menang kalah soal strategi, TGB juga tidak bisa menjadi satu satunya faktor penentu. Sebelum TGB turun saja, secara survey Zul-Rohmi menempati posisi tertinggi dari calon lain.

“Artinya, apalagi TGB sudah turun,” sebut Acip.

Sementara itu, M Zainul Majdi atau TGB yang ditanyak soal ini mengaku jika dirinya belum menerima perimintaan sebagai Jurkam. Meski sebelumnyaTGB itu disebut sebut akan menjadi orang terdepan untuk bisa memenangkan perjuangan kakak kandunganya Rohmi pada kampanye akbar Zul-Rohmi di Sumbawa dan Selong nantinya.

“Sejauh ini belum ada permintaan,” tegas TGB Jumat (09/03).

Demokrat masih meyakini power TGB akan bisa mendulang surara untuk Zul-Rohmi, apalagi ketika TGB bisa turun gunung, diperkirakan kemenangan Zul Rohmi akan bisa didapatkan. Terkait hal itu, TGB tidak memberikan komentar banyak terkait harapan pendukung setia kakaknya itu. Begitujuga dengan keterlibatan dirinya secara masif membantu paslon nomor urut 3 itu menang, TGB memilih tidak berkomentar.

“Belum ada permintaan, tidak tau belum ada permintaan,” jawab singkat dia.

Di samping itu, Komisioner KPU NTB, Yan Marly mengatakan jika gubernur berkeinginan menjadi juru kampanye maka wajib cuti, ini sesuai amanat PKPU nomor 04 tahun 2017. Cuti gubernur kata dia, berbeda dengan permintaan cuti bupati atau walikota yang mana, gubernur harus menerima persetujuan dari presiden melalui surat pengajuan cuti kepada Menteri Dalam Negeri (Kemendagri). Bedanya dengan Bupati atau wakilota, hanya mendapatkan surat dari gubernur mengatasnamakan Menteri Dalam Negeri.

“Jadi wajib cuti harus terima surat izin dari Kemendagri mengatasnamakan Presiden,” tegas Yan Marly yang dikonfirmasi via ponsel.

Jika surat izin cuti sudah didapatkan gubernur, maka surat tersebut diserahkan kepada KPU paling lambat hari pelaksanaan kampanye yang akan diikutinya. (cr-jho/r1)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here