Beranda Headline TGB Tagih Janji Jokowi, Pembangunan Bypas Lembar- Kayangan

TGB Tagih Janji Jokowi, Pembangunan Bypas Lembar- Kayangan

BERBAGI
F/Gubernur NTB JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA

MENJELASKAN: Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko didampingi Gubernur NTB, M Zainul Majdi saat memberikan keterangan, kemarin.

MATARAM – Gubernur NTB, M Zainul Majdi kembali menagih janji Presiden RI, Joko Widodo dua tahun lalu soal rencana pembangunan jalur Bypas Lembar Lombok Barat menuju Kayangan, Lombok Timur. Tuan guru bajang (TGB) menagih janji Jokowi melalui Kepala Staf Kepresiden (KSP), Moeldoko yang datang ke NTB, kemarin.

“Saya sudah sampaikan janji Pak Jokowi itu melalui beliau (Moeldoko),” terang gubernur di Mataram, kemarin.

Kata TGB, pembangunan Bypas Lembar Kayangan menjadi salah satu harapan wrga NTB menjadi sentral akses perekonimian yang tidak saja menyambungkan internal pulau Lombok, tetapi dampak dari bypas itu memudahkan akses ekonomi menuju Pulau Sumbawa.

“Saya sudah ingatkan, kita tetap tagih janji itu,” tegas gubernur.

 

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengaku akan menyampaikan usulan yang pihaknya terima. Kedatangan dia bertujuan melihat dari 60 program yang ada untuk NTB, mana saja yang belum dan sudah direalisasikan.

“Kita bawa usulan ini ke Pak Presiden,” janji Moeldoko.

Salah satu tugas pihaknya, yaitu komunikasi politik. Komunikasi politik tidak mengarah kepada konteks Pilpres 2019 atau akan berkampanye, tetapi diutusnya ke NTB untuk mengakomodir segala hal yang menjadi aspirasi warga NTB.
“Kita sudah internalisasi antara yang belum dan sudah. Tadi malam juga hasil pembicaraan dengan beberapa tokoh sudah kita cacat kebutuhan  di NTB,” beber mantan Panglima TNI ini.

Presiden, kata dia melihat NTB sebagai daerah yang perubahannya signifikan, tingkat pertumbuhan ekomoni cukup tinggi, besar dan pesat. Dari pesatnya pembangunan itu, presiden melihat dua hal yang perlu lagi diakselerasikan yaitu dibidang pertanian dan tata lingkungan.
Dari dua aspek itu, Moeldoko mengatakan NTB harus lebih membaca persoalan kesediaan air. Melalui pihaknya, presiden meminta Pemda NTB agar betul diperhatikan sehingga air tidak lagi menjadi persoalan daerah.
“Tapi sebetulnya kalau masalah air bukan semata urusan pemerintah pusat atau Gubernur NTB, tetapi masayarat juga perlu memperhatikan tata lingkungan, memelihara lingkungan sehingga air terjaga,” pesannya.(cr-jho/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here