Beranda Headline Nasabah Macet Bank BPR Menggunung

Nasabah Macet Bank BPR Menggunung

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA

Total mencapai Rp 6 Miliar

PRAYA—Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB Lombok Tengah (Loteng)  mencatat kredit macet di bank milik badan usaha milik daerah hingga tahun ini mencapai sejumlah Rp 6 miliar.

Direktur Bank BPR NTB Loteng, Ria Priayuniati mengakui bahwa banyak nasabahnya kredit macet atau nonperforming loan (NPL) di Bank Perkreditan Rakyat (BPR)  Loteng. Namun pada nasabah yang macet ini, pihaknya tetap melakukan penagihan dan rata-rata mereka tetap beritikad baik untuk membayar bahkan ada sebagian yang menyerahkan jaminannya untuk melunasinya.

“Tingginya kredit macet di BPR tersebut akibat dampak prekonomian yang sekarang sedang menurun.  Selain itu, akibat lemahnya sistem pemberian pinjaman kredit tanpa agunan atau jaminan, sehingga banyak nasabah peminjam dana yang menunggak membayar kreditnya,” katanya saat ditemuai diruangan kerjanya, kemarin.

Menurutnya, semua nasabah yang menunggak pembayaran kreditnya tersebut mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) sampai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hingga saat ini, pihaknya mencatat ada sekitar 681 nasabah yang menunggak pinjamannya tersebut sehingga bank ini harus merugi setiap tahunnya.

Adapun penyebab terjadinya kredit macet ini bukan karena disebabkan oleh longgarnya syarat pinjaman kredit, namun memang karena faktor ekonomi yang bekalangan ini menurun, bahkan ada nasabah juga yang telah bangkrut dan tidak bisa membayar setorannya lagi.

“Makanya kami sekarang semakin perketat pemberian pinjaman terhadap nasabah,” jelasnya dengan tegas.

Meski tidak menyampaikan secara rinci, dia mengakui NPL lebih banyak berasal dari kredit produktif dibandingkan konsumtif. Menurut dia, kredit konsumtif cenderung lebih aman karena menerapkan sistem potong gaji. “Biasanya kredit konsumtif ini untuk PNS atau karyawan yang memang penghasilannya tetap, berbeda dengan produktif yang penghasilannya tidak tetap,” ungkapnya.

Tapi lanjutnya, pihaknya terus mendorong BPR untuk tetap menyalurkan kredit produktif ke skala mikro. Sebab pihaknya menilai efeknya akan besar. Selama ada usahanya, kalau usaha semakin berkembang otomatis penghasilan si debitur akan semakin meningkat.

“Setiap perbankan pasti mempunyai kredit macet.  Dan ini bukan hanya terjadi di BPR saja,” ucapnya.

Ia menegaskan, walapun banyak kredit macet, PD BPR Loteng terus menunjukkan prestasi, karena tiga kali berturut menjadi PD PBR terbaik nomor dua dari BPR lainnya di NTB.  Aspek penilaian dari semua lini. Baik dari pelayanan maupun laba yang didapatkan dari pinjaman.  “Kami terus melakukan pembenahan untuk menjadi yang terbaik. Hasilnya kami terus mendapatkan penghargaan dari Provinsi NTB untuk PD BPR terbaik dari semua BPR,” ungkapnya.

Disinggung mengenai Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) yang sudah turun melakukan penggeladahan terhadap BPR Loteng?  Ia menyatakan  tidak ada penggeladahan, namun memang sebelumnya pihak Kejati sudah datang ke BPR tapi dalam rangka untuk memeriksa server sesuai dengan kasus yang mereka tangani.  “Tidak seperti dalam pemberitaan tersebut,” ucapnya. (jay/r04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here