Beranda Praya Metro Delapan Warga Positif DBD

Delapan Warga Positif DBD

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDAL H Omdah

PRAYA—Sebanyak delapan orang warga Lombok Tengah (Loteng) positif terjangkit demam berdarah (DBD) tiga bulan terakhir ini. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, H Omdah saat ditemui di Becingah Muhajirin Praya, kemarin.

Ia mengatakan, wabah demam berdarah (DB) tetap harus diwaspadai awal Maret ini. Pasalnya,dibanding tahun lalu, kasus tahun ini memang cenderung menurun. Tetapi melihat kondisi cuaca yang sekarang kadang hujan dan kadang tidak sangat rentan dengan DBD tersebut.  Sehingga mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di tingkat desa belakangan ini.

“Delapan warga yang terjangkit DBD itu data tiga bulan dari 12 Kecamatan yang ada. Termasuk yang baru-baru ini mencuat dua orang di Desa Ubung, Kecamatan Jonggat tersebut,” uangkapnya.

Ia menyatakan, dirinya tidak tahu pasti data keseluruhan berapa jumlah warga yang terjangkit DBD tahun sebelumnya. Sebab datanya ada tercatat di kantor.  Pihaknya hanya mendapatkan informasi bahwa dari tiga bulan terakhir warga yang tekena DBD ini sekitar delapan orang itu saja. Itupun warga yang terjangkit dari kalangan remaja yang sebelumnya kuliah di Mataram.

Dibanding orang dewasa, lanjut dia, anak-anak dan balita memang lebih rentan terkena DB. Biasanya, nyamuk akan menggigit saat seseorang sedang terlelap tidur. Sementara orang yang beraktivitas di pagi dan siang hari, lebih sulit terjangkit.

“Coba nanti saya lihatkan datanya dulu,” ucapnya.

Ia mengakui, pada awal tahun biasanya penderita DBD sangat rentan. Pasalnya, dalam dua bulan terakhir intensitas hujan semakin tinggi. Karena itulah, banyak tempat penampungan air yang menjadi sarang nyamuk.  Siklus itu, akan terus meningkat sampai April mendatang.

Sebab, katanya, jentik-jentik nyamuk penyebab DBD tersebut bisa berkembang biak di air-air yang tertampung dalam waktu lama. “DBD hanya bisa diberantas dari sebuah wilayah jika masyarakatnya giat membersihkan lingkungan, rutin menggelar bergotong royong. Sedangkan fogging dan pemberian bubuk abate hanya upaya pendukung,” paparnya.

Untuk melakukan pencegahan, ia mengungkapkan, dikes sudah meminta masyarakat untuk menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Salah satunya dengan 3M (menguras, mengubur, menutup). “Pada bulan lalu, kami lakukan serentak,” imbuhnya.

Dengan upaya tersebut, dia berharap tempat penampungan air yang terbuka semakin sedikit. Sehingga, nyamuk sulit untuk berkembang biak. Karena itulah, dia meminta setiap rumah tangga bersedia membersihkan lingkungan di sekitar kediamannya. “Tanpa diminta, seharusnya dibersihkan sendiri. Itu untuk mencegah sarang nyamuk,” ucapnya.

Selain itu, Omdah juga menambahkan, pihaknya sangat mengaharapkan kerja sama dari semua Puskesmas untuk peka. Bila mendapatkan laporan adanya warga yang terjangkit DBD tersebut agar segera langsung turun untuk menanganinya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Ubung Rudi Setiawan sebelumnya mengakui bahwa dua warganya yang mengidap penyakit DBD. Awalnya menimpa salah seorang bocah yang masih Sekolah Dasar (SD) yakni Andra. Seminggu kemudian warga lainya yakni Ana yang saat ini sekolah di SMA juga terjangkit penyakit yang sama.

“Sekarang pada dua warga yang terjangkit masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya,” tuturnya.  (jay/r04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here