Beranda Pendidikan Bangun Sikap Optimistik dan Inovatif

Bangun Sikap Optimistik dan Inovatif

BERBAGI
DISKUSI

MATARAM – Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengajak mahasiswa dan anak muda di NTB untuk tetap membangun sikap optimistik dan inovatif. Moeldoko membenarkan bahwa ada banyak masalah di sekeliling, tetapi kalau mau melihatnya secara berbeda, hal itu dapat menjadikan masalah-masalah tersebut sebagai peluang dan kesempatan.

“Mari Berinovasi atau mati,” seru Moeldoko di hadapan ratusan mahasiswa Univeritsas Mataram (Unram), kemarin.

Moeldoko mengatakan, perubahan-perubahan yang terjadi di dunia ini berlangsung sangat cepat, mulai dari teknologi robot, kecerdasan buatan, dan sebagainya. Moeldoko melanjutkan bahwa Presiden Jokowi mendorong terciptanya ekosistem yang tepat untuk menumbuhkan sikap adaptif dan responsif terhadap perubahan. Dalam konteks itu, Presiden Jokowi sangat mengapresiasi aksi-aksi dan langkah-langkah nyata yang dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda yang lainnya dalam merespons perkembangan di era ekonomi digital.

“Dalam sistem sosial politik seperti sekarang ini, terbuka kesempatan bagi siapapun dan menjadi apapun,” kata Moeldoko.

Dalam paparannya, Moeldoko menjelaskan apa saja yang telah dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi. Ia menunjukkan beberapa komitmen Pemerintah Pusat terhadap Provinsi NTB. Sekarang ini, ada tiga kawasan di NTB yang dapat didorong untuk menjadi lebih besar dan lebih baik, yakni Mandalika, Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora), serta Global Hub Kayangan.

“Jika tiga itu saja kita kembangkan secara baik, ekonomi NTB memang akan tumbuh lebih baik. Pertumbuhan ekonomi NTB di luar tambang saat ini mencapai 7,1 persen,” kata Moeldoko menyampaikan laporan guberur NTB, M Zainul Majdi itu.

Selain ekonomi, pembangunan di bidang sosial dan lingkungan juga menjadi salah satu perhatian penting yang harus diperhatikan dalam konteks membangun NTB.

Selain bertemu dengan para mahasiswa dan kalangan kampus, Moeldoko sebelumnya juga bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Manshuriyah, Lombok Tengah, dan Pondok Pesantren Nurul Haramain yang diasuh oleh TGH. Hasanain Juaini. Selain itu, digelar juga bincang-bincang santai dengan para tokoh dan ulama, pengelola media massa, penggerak kebudayaan, tokoh masyarakat, dan aktivis sosial dan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, KSP yang dipimpin oleh Moeldoko menerima berbagai masukan dan saran terkait dengan pembangunan yang berlangsung di NTB. Beberapa topik yang dibahas antara lain adalah buruh migran, lingkungan, pariwisata, pendidikan, kebudayaan, dan perhutanan sosial.

Moeldoko juga menerima masukan dari perwakilan mahasiswa, yang diterima secara langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan. Dokumen tersebut, kata Moeldoko, akan dipelajari, dan jika memang relevan, akan disampaikan kepada Presiden Jokowi.

“Semua masukan nanti akan disampaikan kepada bapak presiden,” ujar Moeldoko.

Sementara itu, Gubernur NTB M Zainul Majdi mengatakan hal yang sama, dihadapan para mahasiswa dan para pemuda itu gubernur juga mendorong sikap optimis dan sikap positif dari para pemuda tersebut.

“Jika ada orang lain memberikan hal baik kepada kita, kita harus membalasnya dengan yang lebih baik. Mari kita berlomba-lomba untuk menjadi inovatif dan optimis,” kata Gubernur.

Terkait dengan tiga leading mega proyek pembanguan di NTB tersebut, gubernur menaruh perhatian khusus. Majdi mengaku NTB tidak mungkin bisa membangun secara keseluruhan tanpa ada bantuan dan dukungan finansil dari pemerintah pusat.

Acara bincang-bincang yang digelar oleh Kantor Staf Presiden bekerja sama dengan Universitas Mataram tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kantor Staf Presiden menyambangi kampus-kampus untuk mendapatkan masukan, usulan, kritik, dan tanggapan atas berbagai program dan kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Sebelumnya, kegiatan serupa telah diselenggarakan di Yogyakarta, Bandung, Padang, dan Makassar. (cr-jho/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here