Beranda Pendidikan Tunjangan Diusulkan Naik

Tunjangan Diusulkan Naik

BERBAGI
Para guru honorer saat rapat kerja dalam menyusun program kerja selama setahun ke depan. Ist/RADAR MANDALIKA

KLU—Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kembali mewacanakan akan menaikan tunjangan sejumlah guru honorer. Dimana sejak 2017 lalu, para honorer sudah mendapat tunjangan sebesar Rp 190 perbulan, namun kini diupayakan naik menjadi Rp 250 ribu tiap bulannya. Sementara dana yang akan dipakai yakni melalui bantuan opersional sekolah daerah (Bosda) dan bantuan operasional sekolah madrasah (Bosma).

“Tunjangan awal itu memang dirasa sangat kecil. Bisa dibilang tidak sesuai dengan pengabdian mereka tentu jauh dari kata sesuai. Makanya kita usulkan untuk dinaikkan lagi,” ungkap Sekdis Dikpora Lombok Utara, Dr Fauzan Puad.

Untuk menaikan tunjangan ini, pihaknya pun sudah membicarakan dengan pihak tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) agar mendapat restu dan berharap ke depan legislatif pun dapat mendukung hajatan untuk mensejahterakan para guru honorer ini.

“Kami sudah bicarakan dengan Bappeda. Mereka juga sudah memberikan lampu hijau,” kata Fauzan.

Namun untuk rencana kenaikan ini ke depan akan melihat dari pagu anggaran yang mana dengan hajatan menaikan tunjangan ini tentu artinya akan membutuhkan anggaran lebih besar dari yang dialokasikan saat ini mencapai miliaran rupiah. Untuk mewujudkannya, anggaran fisik akan dikurangi oleh Dikpora untuk menyesuaikan dengan kebutuhan anggaran Bosda dan Bosma.

“Kami sudah usulkan untuk bisa dianggarkan pada APBDP 2018, namun sangat sulit karena kondisi anggaran. Jadi kita menyetujui itu bisa diwujudkan pada anggaran Murni APBD 2019,” cetus Fauzan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Guru Tenaga Kependidikan dan Honorer (AGTKH) Lombok Utara, Dende Suria Sari menyampaikan bahwa Pemkab Lombok Utara telah memberikan bantuan tunjangan dari Bosda dan Bosma sesuai SK yang dikeluarkan Bupati. Jumlah penerima tunjangan terbuat yakni 1.741 orang. Namun yang belum menerima tunjangan di atas angka 2 ribu.

“Kan memang ada syarat untuk mendapat tunjangan ini.
Jadi untuk sementara gak semuanya,” ujarnya.
Dijelaskan, syarat untuk mendapatkan tunjangan Bosda yakni mengabdi minimal selama 4 tahun, sedangkan Bosma minimal 2 tahun.

Ia menyampaikan kaitan dengan tunjangan yang diberikan pemerintah saat ini sudah dirasa cukup membantu dan memotivasi para guru untuk mengajar. Namun berbicara kenaikan, Dende menyikapi dengan bijak yakni tentu dengan melihat kemampuan keuangan daerah.

“Kami menyambut baik jika ke depan dinaikkan. Tapi kami juga berharap tenaga operator juga bisa dialokasikan karena selama ini mereka belum menerimanya. Kita ingin semua tenaga honorer bisa menikmatinya,” harapnya. (cr-dhe)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here