Beranda Praya Metro Kesadaran Warga Ikut KB Rendah

Kesadaran Warga Ikut KB Rendah

BERBAGI
BAMBANG/RADARANDALIKA Hj Maesarah

PRAYA – Kesadaran warga Lombok Tengah untuk ikut program Keluarga Berencana (KB) masih rendah. Terutama pada penggunaan alat kontrasepsi.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P3A-P2KB) Lombok Tengah, Hj Maesarah menuturkan, hingga saat ini penggunaan alat kontrsepsi masih terbilang rendah. Kendala utama yang dihadapi adalah minimnya pemahaman tentang penggunaan alat kontarsepsi. Sampai saat ini masih banyak masyarakat belum mengetahui kegunaan dan jenis alat kotrasepsi. Terutama para suami yang terkadang kurang setuju mengikuti program KB. “Kendalanya lebih kepada pemahaman saja,” ungkap Maesarah di ruang kerjanya, pagi kemarin.

Adapun upaya yang sudah dilakukan, diantaranya memberikan pemahaman kepada warga tentang penting program KB. Baik melalui pemasangan reklame maupun kegiatan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Selain itu, pembentukan kampung KB terus dilakukan. Hal ini dilakukan sebagai strategi untuk mensukseskan program KB. Dimana sampai akhir 2017, satu kampung KB sudah terbentuk di masing-masing kecamatan. Diantaranya, di Desa Aik Mual (Kecamatan Praya), Pejanggik (Praya Tengah), Selong Belanak (Praya Barat), Sukarara (Jonggat), Pagutan (Batukliang), Karang Sidemen (Batukliang Utara), Jango (Janapria), Sengkerang (Praya Timur), Lendang Are (Kopang), Bilebante (Pringgarata), Rambitan (Pujut) dan Desa Darek (Praya Barat Daya). “Dusun Bual, Desa Darek yang pertama kali sudah ditetapkan pada 2016 lalu,” ungkapnya.

Sedangkan tahun ini ditargetkan terbentuk 50 persen dari 56 kampung KB yang dicanangkan di masing-masing kecamatan. Pembentukan kampung KB sendiri diprioritaskan bagi desa Garcitas atau desa yang terpencil, terluar dan tertinggal. “Sehingga 2019, keseluruhan kampung KB bisa tuntas,” tuturnya.

Adapun esensi utama kampung KB tidak hanya pelayanan saja. Lebih dari itu, program yang ada di kampung KB terintegrasi dengan semua dinas yang berkepentingan. Misalnya program pencegahan nikah dini, pengembangan mental dan kreatifitas remaja. “Bahkan kampung KB juga melayani pencegahan dan penanganan HIV/AIDS,” ungkapnya.

Pihaknya berharap keberadaan kampung KB bisa menjadi wadah yang baik bagi masyarakat dalam mendiskusikan berbagai persoalan yang mengarah pada pembangunan manusia. “Sehingga tujuan program KB yang tertuang dalam nawacita Presiden Joko Widodo segera terwujud,” pungkasnya. (bam/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here