Beranda Headline Kasus Gizi Buruk Meroket

Kasus Gizi Buruk Meroket

BERBAGI
ILUSTRASI

KLU—Kasus gizi buruk masih menghantui Kabupaten Lombok Utara. Sepanjang Januari-Februari 2018 saja, sudah ditemukan 21 kasus di kabupaten termuda di NTB itu. Dari jumlah kasus ini, Kecamatan Bayan paling mendominasi yakni sembilan kasus. Sedang Kecamatan Kayangan 6 kasus, Gangga 1 kasus, Tanjung 5 kasus dan Pemenang 1 kasus.

 

Kadis Kesehatan Lombok Utara, Khaerul Anwar menjelaskan, jumlah temuan kali ini tergolong sangat banyak. Sebab sepanjang 2017 saja, hanya 10 kasus yang ditemukan.

“Ini baru dua bulan saja, sudah sangat tinggi,” sesalnya.

Ia mengungkapkan, saat ini tim surveylant Dinas Kesehatan Lombok Utara sedang gencar untuk mengidentifikasi sejumlah kasus gizi buruk dan kurang. Sehingga tim dapat menemukan keberadaan balita yang mengalami gizi buruk. Hal ini berbeda dengan tahun 2017 lalu. Dimana tim surveylant kurang aktif untuk mengidentifikasi kasus itu, sehingga hanya 10 kasus yang ditemukan dalam sepanjang tahun 2017.

“Kalau saya prediksi, jika tim jalan tahun lalu, mungkin ada 50 kasus yang dapat kita temukan,” bebernya.

Keberadaan kasus ini sendiri lanjutnya, diduga disebabkan malasnya orang tua balita melaporkan kondisi gizi anaknya.  Misalnya pada saat Posyandu, banyak diantara orang tua yang melihat kondisi anaknya mengalami kurang gizi malu untuk membawa ke Posyandu. Selain itu, kasus ini juga dilatarbelakangi pola asuh. Dimana sebagian orang tua menitipkan anaknya kepada kakek atau neneknya, sementara kedua orang tuanya sibuk bekerja. Di samping itu pula, faktor ekonomi menjadi salah satu faktor penting lainnya. (cr-dhe)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here