Beranda Headline Jokowi Utus Moeldoko ke Bonder

Jokowi Utus Moeldoko ke Bonder

BERBAGI
BAMBANG/RADAR MANDALIKA KUNJUNGAN: Kepala Staff Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan, Desa Bonder, Lombok Tengah, sore kemarin

Serap Pendapat Kebijakan Pembangunan Jokowi-JK

PRAYA — Utusan Presiden RI Joko Widodo, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan, Bonder, Lombok Tengah, sore kemarin.

Kedatangannya untuk bertemu dengan pengasuh pondok TGH Taqiuddin Manshur. Moeldoko yang didampingi oleh Deputi IV, Eko Sulistyo dan Tenaga Ahli Utama, Abetnego Tarigan juga bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat dan ulama dari Lombok Tengah. Seperti H L Mudjitahid, TGH Maarif Ma’mun, Ketua Anshor NTB, Zamroni Azis, dan Ketua Muslimat NU NTB.

Selain bertemu dengan para kiai dan ulama, Moeldoko juga berkesempatan untuk memberi motivasi kepada ratusan santri muda Ponpes setempat. Dimana dalam kesempatan itu Moeldoko memberikan motivasi agar terus memacu semangat. Pasalnya, Moeldoko mengaku, pada massa kecilnya dulu dibesarkan jauh dari keistimewaan seperti yang bisa dirasakan anak- anak pada saat ini.

“Semangat santri harus bisa lebih dari apa yang saya miliki. Karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Yang terpenting adalah semangat,” tegas Moeldoko di hadapan santri yang antusias menyimak.

Moeldoko berpesan, anak-anak sekarang harus waspada terhadap bahaya narkoba yang sudah masuk ke mana-mana. Sehingga pihaknya mengajak para santri untuk selalu menjauhi narkoba. Mengingat saat ini bahaya narkoba sudah ada dimana- mana. Meskipun tidak jarang para pelaku oleh petugas berhasil ditangkap. Namun diluar masih banyak yang mengedarkan barang haram itu dengan berbagai modus.

“Jangan sampai kalian terjerumus,” pesannya.

Di hadapan para tokoh dan ulama, Moeldoko mengakui bahwa alam NTB itu sungguh luar biasa. Kedepan potensi tersebut menurutnya harus digarap lebih baik. Manggis misalnya, banyak diminati oleh negara-negara seperti China, Taiwan, Hongkong. Potensi NTB ini sangat besar. Jika dilihat dari titik berat pembangunan hari ini, maka Indonesia Timur mendapatkan perhatian yang luar biasa. Dulu pembangunan lebih banyak terkonsentrasi di Jawa dan sebagian Sumatera. “Sekarang Pemerintah mendorongnya ke seluruh Indonesia. Salah satunya adalah NTB,” ungkapnya.

Presiden Jokowi sendiri sudah 7 kali mengunjungi NTB dan bertemu dengan banyak pihak. Kedatangan Moeldoko sendiri salah satunya bertujuan untuk mendengar dan mendapatkan masukan dari para tokoh, ulama, akademisi, budayawan, birokrat, dan penggiat sosial di NTB. Tentang berbagai program strategis yang ditujukan bagi masyarakat. Mengingat saat ini beberapa proyek strategis nasional yang dikerjakan pemerintah pusat seperti pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, pengembangan jaringan Global Hub Kayangan, sejumlah bendungan di Pulau Sumbawa, dan pembangkit listrik bergerak (mobile power plant). “Tidak ada  kunjungan khusus apalagi dalam konteks Politik 2019. Tapi yang saya lakukan memiliki tugas untuk komunikasi tidak dalam rangka politik praktis tapi Politik dalam arti luas. Sehingga anak- anak bisa mengetahui apa yang dihadapi oleh pemerintah,” jelasnya.

Moeldoko mengaku ingin lebih banyak mendengar dari kalangan ulama dan santri di NTB, akademisi dan tokoh masyarakat, sekaligus menjelaskan kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Tujuannya, supaya apa yang sedang dan akan dikerjakan oleh Pemerintah, dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. “Untuk itu, kami ingin banyak mendengarkan, termasuk dari kalangan santri dan ulama,” tuturnya.

 

Sementara itu, TGH Taqiuddin Manshur mengapresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kepala Staf Kepresidenan ke NTB. “Saya mengucapkan syukur atas kehadiran Bapak Moeldoko di depan para santri, di pondok ini,” ungkapnya.

Ditambahkan, TGH Taqiuddin memaparkan, pondok pesantrennya mengasuh kurang lebih seribu santri yang tinggal di pondok. Begitu pula dengan santri yang dari luar daerah seperti NTT. “Kami melayani pendidikan dari jenjang pendidikan PAUD sampai dengan SLTA. Termasuk sekitar 100 santri dari NTT,” pungkasnya. (bam/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here