Beranda Headline Hebat, Santri IBSTA Sakti Wakili NTB Ikut Audisi Semesta Bertilawah

Hebat, Santri IBSTA Sakti Wakili NTB Ikut Audisi Semesta Bertilawah

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA PAMITAN : Pembina IBSTA Sakti, saat mendampingi lima santrinya untuk berpamitan dan meminta doa restu ikut audisi Semesta Bertilawah di Jakarta, kemarin.

LOTIM – Sebanyak lima orang santri International Boarding School for Tahfizh Alquran (IBSTA) Kecamatan Sakra Timur, menjadi wakil NTB. Lima santri IBSTA ini, lulus audisi Semesta Bertilawah di MNCTV. Saat akan terbang ke Jakarta, para santri berpamitan pada Penjabat Sementara (PJS) Bupati Lotim, H Ahsanul Khalik, kemarin. PJS pada kesempatan itu, memberikan sedikit bantuan pada para santri, untuk biaya transportasi terbang ke Jakarta.

PJS Bupati Lotim, H Ahsanul Khalik mengatakan, masyarakat Lotim dan NTB umumnya, patut bersyukur masih banyak potensi-potensi seperti para santri ini. Potensi itu harus didukung penuh semua pihak, tak terkecuali pemerintah. Bagaimana pun, itu bagian dari mencetak anak-anak generasi penerus sebagai manusia yang unggul di masa depan.

Manusia unggul itu, sambung Ahsanul, memahami hakekat hidupnya. Dimana kepribadiannya satu kata antara perkataan dan perbuatan. Perkataan dan perbuatan itu, dilandasi dengan nilai agama dan moral serta bermanfaat bagi makhluk lainnya. “Tolong, latih terus anak-anak kita selama mengikuti audisi di Jakarta,” pesannya pada kedua pembina IBSTA yang juga Dewan Pimpinan IBSTA H Abdul Rahman dan Nurlaila Kemal Hasyim saat mendampingi kelima santrinya berpamitan.

Pondok Pesantren (Ponpes), ungkap Ahsanul, salah satu potensi strategis bagi daerah, khususnya Lotim dalam mencetak generasi yang unggul. Apalagi jumlah Ponpes di sdaerah ini, bersaing dengan jumlah sekolah negeri. Karena itu, semua elemen lembaga pendidikan apa pun sebutannya, harus memperlihatkan diri bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki nilai ganda.

Artinya lanjut Ahsanul, santri atau siwa diharapkan bagus dalam pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama. Mumpuni juga dalam penguasaan ilmu pengetahuan umum. Sehingga, bentuk yang terlihat dalam lulusan lembaga itu, mampu memberikan warna bagi kehidupan di tengah masyarakatnya. Tentunya, berupa kebaikan.

“Lima anak-anak kita yang lolos ikut audisi ini, harus menjadi contoh kita semua,” ujarnya.

Lebih jauh diungkapkan PJS yang dilantik Februari lalu ini, orientasi membuka lembaga pendidikan, tidak boleh terjebak hanya untuk mendapatkan bantuan. Sisi lain, pemerintah juga tidak boleh melepas lembaga-lembaga ini, menghidupi dirinya sendiri. Sehingga, peran pemerintah adalah bagaimana menyiapkan dana sesuai dengan kemampuan keuangan yang ada.

“Alhamdulillah bentuk perhatian pemerintah Lombok Timur selama ini, memanfaatkan dana Bantuan Sosial (bansos) dan hibah bersumber dari APBD, dialokasikan juga untuk Ponpes,” pungkasnya. (fa’i /r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here