Beranda Ekonomi Disperindag Bangun Ekonomi Desa Melalui Produk Unggulan

    Disperindag Bangun Ekonomi Desa Melalui Produk Unggulan

    BERBAGI
    FOTO WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA BINAAN : Kabid IKAHH Amaruddin Bersama dengan salah satu pelaku usaha binaan Disperindag Lobar menunjukkan prodak yang dibuat.

     

     

    LOBAR – Pemkab Lombok Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar terus berupaya menekan kemiskinan. Pasalnya, mengacu data dinas terkait mengklasifikasikan dari 17,38 persen kemiskinan di Lobar setelah dianlisis dari 21 usaha ada dua usaha yang member kontribusi terhadap kemiskinan yakni masing-masing  usaha industri olahan sebesar 5,3 persen dan sector pedagangan ada 7,5 persen.

    Karena itu, menurutnya perkembangan pasar modern ini perlu ditata supaya tidak memperparah permasalahan yang ada seperti kemiskinan. Untuk mengentaskan Kemiskinan ini Dinas terkait mengembanfkan produk unggulan untuk membangun ekonomi desa.

    Salah satu pelaku usaha sukses dibina oleh Disperindag yang kini terangkat derajat ekonominya, adalah  Inaq Mainah, 45 tahun warga Dusun Penangke, Desa Sesaot, Kecamatan Narmada. Salah satu pelaku usaha olahan hasil hutan bukan kayu binaan Disperindag ini terbilang sukses. Dulunya, Inaq Mainah tergolong miskin namun berkat tekad dan bantuan Dinas Perindag Lobar telah mampu mengangkat derajat ekonominya. Dulu penghasilan ibu tiga anak ini diperoleh dari kegiatan illegal merambah hutan, kini usahanya beromzet Rp 30-35 juta dengan penghasilan bersih 5-7 juta rupiah per bulan dari hasil mengolah hasil hutan non kayu.

    Ditemui di kantor Disperindag Lobar beberapa waktu lalu, Inaq Mainah begitu sumringah lantaran produk olahan hasil buatannya ludes terjual. Bahkan ketika berangkat dari rumah ke Kantor Perindag, ia membawa uang Rp 30 ribu, namun tasnya berisi ratusan ribu dari hasil jualannya. Ibu paruh baya yang tak mengenyam bangku sekolah ini, menuturkan awal mula ia menjadi perambah dan pengepul kayu hasil illegal loging tahun 2001. Bahkan akibat aktivitas illegal yang ia jalani, tak jarang ia berususan dengan hukum.

    “Dulu saya jadi perambah dan penjual kayu hasil rambahan, pernah ditangkap polisi. Kini saya pindah (beralih) menjadi pelaku usaha IKM dengan hasil omzet puluhan juta,” ceritanya.

    Kadis perindag melalui Kepala Bidang Industri Komoditi Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) H. Amarudin mengatakan, Pemda targetkan penurunan angka kemiskinan melalui program IKAHH dengan menggali potensi lokal diseluruh kecamatan Lobar. Sejauh ini Program tersebut diklaim mampu mengangkat dan mensejahterakan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan.

    “Kita programkan bangun Ekonomi Desa Melalui  Produk Unggulan untuk mengentaskan kemiskinan,” jelasnya.

    Amarudin mengatakan, sasaran program kegiatan ini adalah dengan menargetkan sebanyak-banyaknya potensi lokal yang dimiliki masyarakat miskin terhadap semua Kecamatan yang ada. Setiap kecamatan akan dilakukan pembekalan sumber daya manusia (SDM) dan diberikan pelatihan dan pembinaan.

    Berdasarkan potensi yang dimiliki  oleh masyarakat, pihaknya berupaya memberdayakan dengan  melakukan Road Show dan memberikan pelatihan dan pembinaan  dengan mendatangkan tenaga pendamping. Dalam setiap Road Show yang dilaksanakan tersebut yaitu, pihaknya memberikan pemahaman tentang pola pengelolaan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki setiap peserta di masing-masing masing kecamatan yang ada.

    “Kami undang Road Show bertujuan untuk mengasah sumber daya manusia tentang pengelolaan berdasarkan potensi yang dimiliki setiap orang,” katanya.

    Kalau memang ada masyarakat yang memiliki bakat potensial, kemudian tercatat sebagai warga miskin, tentu pihaknya akan membinanya dan dilatih untuk diberdayakan.

    “Sekarang ini kami sedang memulai pendataan disetiap kecamatan terkait bakat potensial yang dimiliki oleh masyarakat, terutama masyarakat yang miskin untuk diundang road show dan selanjutnya akan dilatih,” terangnya.

    Satu kecamatan semuanya akan dihimpun sekitar seratus sampai dua ratus orang. Namun akan didata dulu sesuai keahlian yang dimiliki oleh mereka. Selanjutnya mereka akan diundang menghadiri Road Show. Selain itu Disperindag akan memberikan pelatihan dan pembinaan terhadap mereka.

    “Untuk pelatihan nanti, semuanya sudah disiapkan rumah khusus.  Setiap kecamatan akan diberdayakan sebanyak seratus hingga dua ratusan orang, jika dikali sepuluh kecamatan, berapa banyak nilai UKM yang bermunculan,” ucapnya.

    Dalam hal pelatihan dan pembinaan ini, pihaknya menyasar mulai dari hulu sampai hilir, namun tetap diutamakan warga miskin supaya sasaran program ini memang benar benar mampu mengurangi dan mengentaskan kemiskinan. Seperti pembuatan Gerabah, peningkatan kualitas Bata, dan lainnya. (cr-win/ADV)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here