Beranda Ekonomi Pemkab Suntik Pengrajin 1,2 Miliar

    Pemkab Suntik Pengrajin 1,2 Miliar

    BERBAGI
    JAYADI/RADAR MANDALIKA H Saman

    PRAYA — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Lombok Tengah, H Saman mengatakan, Pemkab memberikan suntikan anggaran Rp 1,2 miliar untuk mengembangkan tujuh produk indutri kerajinan unggulan. Tentu yang ada di Lombok Tengah.

    Adapun produk kerajinan tersebut, di antaranya kerajinan rotan, Roket, tenun, mebel, bambu, perak dan gerabah.  Produk ini menjadi proritas dikembangkan selain untuk menunjang keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Namun agar bisa masuk dalam pasar industri yang kian berkembang sekarang.

    Saman menyatakan, berbagai hasil usaha masyarakat terutama yang tujuh hasil kerajinan ini menjadi anderbow penyangga KEK. Sehingga, para pengrajin akan mendapatkan pembinaan secara ekstra. Termasuk pihak dinas sendiri akan mempasilitasi modal kepada mereka untuk mengembangkan usahanya.

    “Terlebih dengan adanya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 15 tahuun 2016 tentang pemampaatan dan penggunaan produuk unggulan dari dalam daerah. Maka sangat perlu kita menyiapkan produk yang layak untuk bersaing,” terangnya di ruang kerja, kemarin.

    Bahkan saat ini, pihaknya tidak hanya berbicara modal dan pembinaan kepada para pelaku usaha. Akan tetapi pihaknya juga mendorong adanya destinasi edukasi dari anak TK dan SD untuk mereka bisa menanamkan inovasi terkait bakat usaha.

    “Kami menedesak agar anak warga sejak dini ditanamkan jiwa usaha,” serunya.

    Disampaikan untuk tahun sebelumnya, dana pembinaan dari DAK hanya Rp 500 Juta. Tapi dengan berkembang daerah, pemerintah komitmen untuk kembali membangkitkan usaha pemerintah kembali menambahkan anggaran menjadi 1,2 miliar.

    “Tentu kami harapkan dengan dana kian besar akan membuat para pengrajin tambah semangat,” harapnya.

    Saman mengaku, persoalan yang membuat banyaknya pelaku usaha yang gulung tikar selama ini, karena memang pasar untuk menjual hasil produknya yang masih kurang.  Namun dengan berbagai terobosan yang ada saat ini, diharapkan produk unggulan bisa kembali bangkit.

    “Selain memberikan berbagai inovasi, kita juga memberikan peluang pasar dengan didukung oleh Perda yang mengharuskan instansi mengggunakan produk lokal ini,” jelasnya.(jay/r1)

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here