Beranda Praya Metro Maksimalkan Peran BKD

Maksimalkan Peran BKD

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA POSE: Anggota BKD Muncan (bawah) berfoto bersama Kapolsek Kopang, Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman, Danramil, Camat, dan Kades Muncan saat apel persiapan pelaksanaan Pemilukada di Halaman Polsek Kopang, beberapa waktu lalu.

KOPANG—Pemerintah Desa Muncan, Kecamatan Kopang terus memaksimalkan peran dari Badan Keamanan Desa (BKD). Bahkan, tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) saja, namun lebih dari itu.

 

Kades Muncan, Arham mengatakan, sejak lama Pemkab Lombok Tengah menginstruksikan desa untuk membentuk BKD, pihaknya sudah membentuk badan keamanan yang diberi nama Trali (mitra patroli) Kamtibmas. Lembaga ini dihajatkan untuk membantu Babinkamtibmas dan Babinsa yang ditugaskan di desa. Kata dia, keberadaannya pun sangat membantu desa dalam menjaga Kamtibmas sehingga pada tahun itu Pemdes mengupayakan pembelian pakaian rompi dan alat komunikasi berupa HT. Untuk itu, ketika ada permintaan dari Pemkab untuk membentuk BKD pada 2016, pihaknya tinggal menyempurnakan keanggotaannya menjadi 22 orang di 10 dusun yang ada. Sebagai tindaklanjutnya, pihaknya juga mengalokasikan dana untuk pembelian seragam untuk mendukung kinerja dari BKD itu sendiri.

“Dari sejak dibentuk, Alhamdulillah semua anggota aktif ronda malam,” ujarnya.

Tidak hanya ronda malam, lembaga desa ini juga berperan dalam mencari informasi atau mendeteksi setiap persoalan yang terjadi di desa melalui komunikasi dengan HT, baru kemudian mereka berkoordinasi dengan Babhinkamtibmas, Babinsa, dan Pemdes.

“Misal, jika ada peredaran miras, narkoba, perkelahian dan lainnya kita ada koordinasi,” bebernya.

Bahkan, sejak dibentuk BKD membuka pelayanan Solving Center atau layanan penyelesaian masalah masyarakat. Selain itu juga, untuk menjalin silaturrahmi dan menjaga kekompakan pihaknya membentuk kelompok arisan yang dijalankan sekali dalam seminggu dengan iuran Rp 15 ribu. Dengan dana tersebut, tidak semuanya diambil oleh anggota namun Rp 5 ribu dari iuran tersebut masuk ke kas. Dana kas ini diperuntukkan untuk membantu anggota yang mendapat musibah, termasuk juga untuk biaya operasional ketika melakukan pengawalan nyongkolan, dan lainnya. Lebih jauh diungkapkan, sebagai bentuk pemberdayaan dan pembinaan desa bersama Babhinkamtibmas dan Babinsa, semua anggota BKD dibriefing setiap minggu.

“Nah kalau terkait insentif, kita setiap tahun selalu upayakan dari desa. Ya, meskipun tidak banyak,” pungkasnya. (tar/r2)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here