Beranda Headline Fasilitas Wisata Alam TWA Gunung Tunak Diresmikan

Fasilitas Wisata Alam TWA Gunung Tunak Diresmikan

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA MoU: Pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bidang Marine dan Ekosistem Kelautan, Sekda Provinsi NTB, Dirjen Kehutanan Korea Selatan dan Wakil Bupati Loteng Bahri menandatangani prasasti peresmian fasiltas wisata alam Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak Desa Mertak, kemarin.

PUJUT—Setelah melalui tahapan pembangun sejak 2015 silam, fasilitas wisata alam Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak Desa Mertak, Kecamatan Pujut akhirnya diresmikan, kemarin. Fasilitas wisata berbasis masyarakat yang ada dan dibangun di pintu masuk kawasan konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) ini merupakan satu diantara sekian banyak proyek kerja sama bilateral pemerintah Indonesia dan pemerintah Korea Selatan selama ini. Hadir dalam peresmian tersebut, Tenaga ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Marine dan Ekosistem Kelautan Rusdi Ridwan, Sekda Provinsi NTB Rosiady Husaenie Sayuti, Dirjen Kehutanan Korea Selatan Kim Youngchul, Wakil Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri sejumlah pejabat lainnya.

Wakil Bupati Loteng, Lalu Pathul Bahri mengatakan, jika melihat progress dari master plan pengembangan kawasan TWA Gunung Tunak di bawah pengawasan BKSD dan setelah adanya fasilitas wisata ini sangat menjanjikan untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Apalagi, pengelolaan dari fasilitas ini berbasis masyarakat. Oleh karena itu, dirinya berharap ke depan dengan pengelolaan dan pengembangannya ini bisa memberikan multi effect bagi pembangunan pariwisata daerah, khususnya di Loteng.

“Apalagi dengan luas kawasan TWA Gunung Tunak ini lebih dari 312 haktare, saya yakin multi effectnya sangat besar,” ujarnya.

Sekda NTB, Rosiady Husaenie Sayuti pun berharap demikian. Kata dia, kalau dilihat dari jarak antara TWA Gunung Tunak dengan KEK Mandalika sangatlah dekat. Sehingga, secara tidak langsung merupakan bagian dari pengembangan KEK atau bisa dibilang kawasan penyangga. Untuk itu pula, Pemprov berharap pihak pengelola nantinya memaksimalkan promosi dengan berbagai cara agar kunjungan wisatawan terus meningkat. Karena tidak menutup kemungkinan, TWA Gunung Tunak ini menjadi kawasan prioritas wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung baru kemudian ke tempat-tempat lain. Dengan demikian, kesejahteraan dan perekonomian warga sekitar tentunya juga meningkat.

“Tinggal bagamana sekarang fasilitas-fasilitas ini dijaga dan dipelihara dengan baik sembari promosi lebih intens,” pesannya.

Sementara Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan bidang Marine dan Ekosistem Kelautan, Rusdi Ridwan mengajak agar fasilitas ini dikelola dan dijaga oleh masyarakat sekitar. Sebab peresmian ini bagian dari keseriusan pemerintah Korea Selatan dalam mewujudkan kemandirian warga yang ada di kawasan wisata. Untuk diketahui, sejumlah fasiltas yang dibangun ini berupa butterfly ekosistem center, tugu pintu masuk, pusat informasi, gedung serba guna, pusat ekologi, jalan trail dan guest house. Selain itu, untuk mendukung pengelolaannya sebelumnya pada tahun lalu pemerintah Korea Selatan juga telah mentraining 16 pemuda yang merupakan warga sekitar ke Korea Selatan.

“Karena ini berbasis masyarakat, manajemen pengelolaannya juga diserahkan ke masyarakat,” tegasnya.

Demikian juga disampaikan oleh Direjen Kehutanan Korea Selatan, Kim Youngchul. Kata dia, apa yang diresmikan saat ini bagian dari perjalanan panjang kerja sama kedua negara dalam pengembangan wisata alam dan rekreasi. Dari itu, pihaknya berharap fasilitas-fasilitas ini sebagai bagian dari pengembangan wisata alam di NTB, khususnya di Loteng. Apalagi, jika melihat potensi yang dimiliki saat ini di ratusan lahan TWA, sangat banyak peluang spot wisata baru bisa dibuka. Akan tetapi, jangan sampai budaya lokal masyarakat sekitar dilupakan. Pengembangannya ini juga, lambat laun bisa mendatangkan jutaan wisatawan. Sebagai contoh, di Korea Selatan terdapat 160 hutan wisata dan rekreasi, Dari jumlah tersebut, Korea Selatan kini mampu mendatangkan 3 juta wisatawan per tahun.

“Dibandingkan dengan negara kami, potensi wisata alam Indonesia jauh dan lebih potensial. Makanya, tinggal diseriuskan lagi pengembangannya. Dan semoga kerja sama seperti terus terjalin ke depan,” harapnya. (tar/r2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here