Beranda Headline Pritttttt! Operasi Selama 21 Hari

Pritttttt! Operasi Selama 21 Hari

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA APEL: Kapolres Lombok Tengah saat memasangkan pita kepada anggota, Sabtu lalu.

 

PRAYA — Jajaran Polres Lombok Tengah melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Gatarin, Sabtu (3/03). Operasi yang akan dilakukan selama 21 hari ini, mulai dari tanggal  5 – 25 Maret. Namun dalam operasi akan dilakukan upaya premptive hingga preventif dalam mengurangi korban kecelakaan.

Apel operasi yang dilaksanakan di halaman Polres dan dipimpin langsung oleh Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman ini melibat semua instansi terkait. Seperti Pol PP, Dishub maupun TNI.

Kapolres mengatakan, operasi keselamatan merupakan nama sandi operasi pengganti Operasi Simpatik yang terakhir digunakan pada tahun sebelumnya.  Tujuan pihaknya menggelar apel tersebut, untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainya.  Dengan adanya gelar pasukan ini diharapkan operasi bisa berjalan optimal dan berhasil sesuai sasaran yang telah ditetapkan.

“Dulu nama operasi ini adalah Operasi Simpatik,” Kata Kapolres Loteng.

Kapolres menegaskan, dalam operasi keselamatan ini pihaknya mengedepankan tindakan premtif dan preventif, yaitu melakukan penyuluhan dan sosialisasi ke sekolah, komunitas, paguyuban dan di tempat-tempat keramaian lainnya seperti terminal atau pasar bahkan di jalan raya.

“Minggu pertama dan kedua kita laksanakan preemtif dan preventif,” bebernya.

Tetapi, jika dalam minggu pertama dan kedua saat pelaksanaan tindakan preemtif dan preventif ada kendaraan yang melanggar yang dilihat secara kasat mata, seperti melawan arus atau berkendara ugal-ugalan, maka pihaknya akan tetap tilang, karena hal tersebut bisa membahayakan pengendara itu sendiri maupun membahayakan orang lain. “Saya harapkan agar pengendara lebih mematuhi aturan lalu lintas,” terangnya.

Dia mengungkapkan, dalam pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi, ada tujuh pelanggaran prioritas yang disosialisasikan agar tidak dilanggar. Hal tersebut untuk meningkatkan kualitas keselamatan berlalu lintas dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.

Tujuh pelanggaran itu, tidak memakai helm Standar Nasional Indonesia (SNI), mabuk saat berkendara, melebihi batas kecepatan, menggunakan telepon seluler saat berkendara, tidak menggunakan sabuk keselamatan, pengendara dibawah umur dan yang terakhir melawan arus atau melanggar rambu-rambu.

Kapolres berharap pada operasi tersebut menekan angka kecelakaan, dan menciptakan keamanan dan ketertiban lingkungan.

 

Semetara itu, Kasat Lantas Polres Loteng, AKP Suherdi menambahkan, pihaknya memang sudah melakukan gelar pasukan, sekarang operasi sudah dilaksanakan di sejumlah titik.  Pihaknya tidak memberikan titik tempatnya kegiatan karena memang tidak tetap, pihaknya melaksanakan di seluruh wilayah Loteng.

Operasi cenderung untuk pencegahan berupa imbauan baik bagi pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat. Di sisi lain, meski bersifat persuasif, tidak tertutup kemungkinan polisi juga akan melaksanakan tindakan hukum. Penegakan hukumnya selektif prioritas artinya bagi pelanggar yang mengakibatkan fatalitas dan korban.

“Saya harapkan dengan adanya kegaiatan ini, masyarakat akan lebih paham aturan dalam berlalu lintas,” harap Suherdi.(jay/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here