Beranda Headline Dongkrak Pariwisata Melalui Atraksi Budaya

Dongkrak Pariwisata Melalui Atraksi Budaya

BERBAGI
BAMBANG/RADAR MANDALIKA AKSI: Sejumlah pepadu andalan Praya Barat Daya dan Pujut saat melakukan aksi ditengah arena.

 

 

Rangkaian Bulan Pesona Bau Nyale 2018

PERESEAN menjadi salah satu rangkaian kegaitan perayaan Festival bulan Pesona Bau Nyale 2018. Adu tanding khas Sasak sebagai bagian dari budaya ini menjadi kegiatan tahunan yang dihelat. Selain untuk memeriahkan Festival bulan Pesona Bau Nyale 2018, Peresean juga menjadi strategi untuk mendongkrak pariwisata terutama dalam hal kunjungan wisatawan. Dimana Peresean menjadi atraksi budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan. Baik lokal maupun mancanegara.

 

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, HL Moh Putria menuturkan, peresean kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Festival Pesona Bau Nyale 2018. Dimana panitia sudah merancang segala sesuatu dengan baik. Baik dari fasilitas hingga arena yang ada. “Kegiatan ini berlangsung selama lima hari. Mulai dari 1 hingga 5 Maret mendatang,” tutur Putria usai membuka festival Peresean, Kamis (1/3) lalu.

Kegiatan yang berlangsung di Pantai Senek, Kuta Mandalika ini direncanakan 15 pertandingan setiap harinya. Dimana di setiap pertandingan ada 5 pasang untuk pepadu profesional dan 10 pasang pemula yang akan bertanding setiap harinya. Hal ini dilakukan untuk memberikan hiburan dan atraksi yang menarik kepada masyarakat ataupun wisatawan di sekitar pantai Kuta. Sehingga memikat daya tarik wisatawan ke destinasi wisata Lombok Tengah. “Pepadu yang di undang dari seluruh penjuru pulau Lombok,” ungkapnya.

Adapun tujuannya, selain untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, lanjut Putria, juga untuk melestarikan seni beladiri tradisional kedikjayaan. Mengingat pada masa lampau, peresean menjadi lahan untuk menyeleksi prajurit pilih tanding. Sehingga sudah seharusnya dilestarikan. “Budaya tradisional juga tidak tergerus dengan adanya pariwisata modern yang ada saat ini. Budaya dan pariwisata harus menyatu,” ujar Datu Siledendeng ini.

Putria berharap, ke depan peresean mampu menjadi salah satu olahraga bertaraf internasional. Karena selain atraksi memikat, pepadu atau pemain memiliki sportifitas yang tinggi dalam bertanding. “Itu harapan kami,” ungkapnya.

Selain itu, ada yang berbeda dalam festival Peresean tahun ini. Terutama pada venue atau arena. Dimana arena yang ada saat ini  para penonton dibuat senyaman mungkin. Untuk menyaksikan pertarungan pepadu tersebut. Tribun penonton dibuat mengelilingi arena dengan model menyerupai stadion. Sehingga penonton bisa lebih nyaman dan leluasa dalam menikmati setiap pertandingan. “Tribun sudah disiapkan khusus.  Para penonton menyaksikan pertarungan diatas tribun dengan nyaman. Tidak berdesakan seperti sebelumnya,” pungkasnya. (adv)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here