Beranda Headline Gaji Pasukan Kuning Belum Naik

Gaji Pasukan Kuning Belum Naik

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA BEBAN KERJA: Seorang tenaga kebersihan menarik gerobak berisi sampah. DLH Kota Mataram sudah mewacanakan menaikkan gaji petugas kebersihan. Namun, realisasinya tidak di tahun ini.

 

MATARAM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram sudah mewacanakan menaikkan gaji petugas kebersihan. Namun, realisasinya tidak di tahun ini. “Kita sudah buat kajian. Tapi, kemampuan anggaran 2018 tidak memungkinkan untuk itu. Apalagi, ada pemangkasan awal tahun ini,” jelas Kepala DLH Kota Mataram, Irwan Rahardi belum lama ini.

Dengan keterbatasan anggaran yang ada, Irwan memprioritaskan mendanai kegiatan rutin saja dulu. Ia mengaku, sudah membuat penelaahan kemudian mengklasifikasikan petugas kebersihan sesuai beban kerjanya. “Ada yang beban tugasnya tinggi, seperti petugas buruh sampah, petugas penyapuan, petugas pengawasan, dan penjaga depo,” jelasnya.

Ditanya idealnya gaji petugas kebersihan, menurut Irwan, tentunya sesuai Upah Minimum Kota (UMK) Mataram yakni Rp 1,8 juta. Tapi, kemampun pemkot hanya memberi gaji Rp 1,2 juta. Dengan besaran gaji itu, DLH dalam satu tahun anggaran harus menggelontorkan Rp 10,5 miliar hanya untuk membayar upah buruh berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT), dan Honor Daerah (Honda). Dengan jumlah 659 orang.

Di sisi lain, Irwan mengaku, pernah berpikir memberikan insentif ke petugas kebersihan. Namun, status mereka yang PTT menjadi batu sandungan. “Saya ingin mereka kerja lembur, ada honor lembur. Tapi secara administrasi tidak memungkinkan karena status mereka PTT,” jelasnya.

Kecuali saat kegiatan tertentu, seperti adanya even, atau hari besar. Atau di luar pekerjaan rutin, mereka bisa mendapat tambahan penghasilan. “Seperti honor sweeping sampah, dan itu sudah dialokasikan sesuai arahan Pak Wakil,” kata Irwan seraya menambahkan untuk jaminan kesehatan buruh kebersihan, sudah didaftarkan BPJS sejak tahun 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here