Beranda Headline Petani di Mangkung Terancam Gagal Panen

Petani di Mangkung Terancam Gagal Panen

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA WERENG: Salah satu padi warga yang diserang hama wereng.

 

PRAYA — Diperkirakan ratusan hektare lahan petani di Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat terancam gagal panen.   Penyebabnya, diserang hama wereng cokelat. Jika pun bisa panen, diperkirakan hanya bisa mendapatkan padi sekitar lima kuintal hingga dua ton dalam satu hektare.

 

Kepala Desa Mangkung Lalu Samsul Rijal mengaku prihatin, dan dirinya berharap kepada dinas terkait untuk lebih ekstra lagi dalam menangani permasalahan ini.  Karena kondisi padi milik petani di wilayahnya tersebut sangat parah.  Mereka terancam gagal panen akibat padi yang ditanamnya tidak berbuah. Kondisi tersebut berdampak pada pendapatan hasil panen padi.

“Petani biasa mendapatkan hasil panen enam hingga tujuh ton, kali ini hanya bisa mendapatkan 13 kuintal saja dan paling tinggi dua ton,” ungkap dia di halaman kantor bupati Loteng, kemarin.

 

Katanya, perhatian dari dinas sendiri masih belum ada hingga sekarang.  Padahal, pihaknya sudah melaporkanya. Jika memang  sudah disalukan obat  untuk mengatasi pastinya para petani sudah memberikan obat tanaman padi mereka yang terserang. Hanya saja hingga sekarang kebanyakan pentani mengaku belum menerima obat dari dinas tersebut.  Selain itu, lajutnya gagal panen ini sekarang sudah mulai berdampak, sebab kriminalitas semakin marak terjadi.

“Kemana obat itu disalurkan. Saya tidak pernah melihat obat masalahnya,” ceritanya.

Oleh karena itu, dia dengan tegas mengharapkan agar dinas terkait turun. Agar pihaknya dinas juga segera mencarikan solsuinya.  Hama wereng ini, memang setiap tahun rutin menyerang padi petani. Namun tahun ini lebih parah.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Loteng, Lalu Iskandar  menerangkan, meluasnya serangan hama wareng cokelat tersebut akibat cuaca ekstrem. Pihaknya mencatat, sedikitnya 60  hektare areal persawahan warga yang diserang hama wereng, hingga hari ini di tiga kecamatan.

Tiga kecamatan, Praya Barat sekitar 32 hektare, Kecamatan Praya Barat Daya sekitar 4 hektare, dan kecamatan pujut sekitar 26 hektare.“Serangan hama wareng tidak terjadi secara menyeluruh,” kata Iskandar belum lama ini.(jay/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here